MENJAWAB SALAM

U�U� USU�O?U� O�U�O�O? O?U�U� O�U�U�O�USO? O?O�O� O?U�U� U?US O�U�O?U�USU?O?USU?U� O?U? O�U�O?O�O�O?O�OY
” *Apakah Harus Menjawab Salam Dari Seorang Penyiar ( MC/Pembawa Acara ) Apabila Dia Memberi Salam Di Sebuah Acara Televisi Atau Radio ?

O�U�O?O�O�U� : O?O�O� O?U�U� U�U�O?U� O�U�O?O�O�U�O� U?US O�U�O?U�U?O?USU?U� U?O�U�O?O�O�O?O� U�U� U�O?O�U� O?O?O?U� O�O?U�O� O�U�O?U�O�U� U?US U�O�U� O�U�O�O�U�O� OY
Pertanyaan :
Apabila pembawa acara di stasiun televisi atau radio memberi salam apakah kita berdosa ( jika ) tidak menjawab salamnya pada kondisi ini ?

O�U�O�U?O�O? :
O�U�O�U�O? U�U�U�
O?O�O� U?O�U� O�U�O?O� O?U�U� O�U�U�U?O�O? U�O?O�O?O�O� O?O�O? O�O? O�U�O?U�O�U� O� U�O?U�U?U� O�U�O?O?U�O� O�U�O?O�U�O� O?U�U� U?O�U?O? O�O? O�U�O?U�O�U� O?U�U� O�U�U�O?U�U� O? U�U?U�U� U?O�U?O? U?U?O�O�US O? O?O�O� U�O�U� O?U� O�U�O?O?O� O?U�O� O?U� O�U�O?O�U�USU� .
Jawaban :
Alhamdulillah..
Apabila acara tersebut disiarkan secara langsung maka disyariatkan menjawab salam. Berdasarkan keumuman dalil yang menunjukkan akan wajibnya menjawab salam, namun masuk ke dalam wajib kifayah yaitu jika sebagian ( kaum muslimin ) telah menjawab salam maka yang lain terlepas dari kewajiban.

O?U�O� O?O�O� U?O�U� U�O?O�U�O�U� O? U?U�O� USO�O? O�U�O�O? U?US U�O�U� O�U�O�O�U�O� .
Adapun jika acara tersebut berbentuk rekaman, maka tidak wajib menjawab salam dalam kondisi ini.

U�O�U� O�U�U�U?U?US U?US “O�U�O?O�U?O�O�” (O� 247) :
” U�O�U� O�U�O?U�O�U� O?O?U? O?O?O? O�U�U�O?U?U�US U?O?USO�U� : O?O�O� U�O�O?U� O?U�O?O�U� O?U�O?O�U�O� U�U� O�U�U? O?O?O� O?U? O�O�O�O� U?U�O�U� : O�U�O?U�O�U� O?U�USU? USO� U?U�O�U� O? O?U? U?O?O? U?O?O�O?O� U?USU� : O�U�O?U�O�U� O?U�USU? USO� U?U�O�U� O? O?U? O�U�O?U�O�U� O?U�U� U?U�O�U� O? O?U? O?O�O?U� O�O?U?U�O�U� U?U�O�U� : O?U�U� O?U�U� U?U�O�U� O? U?O?U�O?U� O�U�U?O?O�O? O?U? O�U�O�O?U?U� O? U?O�O? O?U�USU� O?U� USO�O? O�U�O?U�O�U� . U?U?O�O� O�U?O� O�U�U?O�O�O?US U?O?USO�U� O?USO�O� O?U�U� USO�O? O?U�U� O�U�U�U?O?U?O? O?U�USU� O�O? O�U�O?U�O�U� O?O�O� O?U�O?U� O�U�O?U�O�U� ”
Imam An-Nabawi Rahimahullahu berkata di dalam kitab ” Al-Adzkar ” ( Hal. 247 ) : ” Imam Abu Sa’ad Al-Mutawalli dan selainnya berkata : Apabila ada seseorang yang memanggil orang lain dari balik tirai atau dinding kemudian dia berkata : ” Assalamualaika wahai Fulan “, atau dia menulis sebuah buku yang tertulis di dalamnya : ” Assalamualaika wahai Fulan atau ” Assalamuala Fulan “. Atau pun dia mengutus seorang utusan dan berkata : Sampaikan salamku kepada Fulan ! Lalu semua itu ( baik buku maupun utusan ) sampai kepada ( orang yang dituju ) maka wajib atas orang tersebut ( yang dituju ) menjawab salam.

Dan demikian pula Al-Wahidi dan selainnya juga menyebutkan bahwasanya wajib atas orang yang dituju menjawab salam apabila sampai kepadanya salam ( dari orang pertama ) “.
O�U�O?U�U� .
Selesai

U?O?O�U� O�U�O?USO� O�O?U� O?O�O? O�O�U�U� O�U�U�U� :
Syaikh Bin Baz Rahimahullahu pernah ditanya :

O?O�O� U�O�U� O�U�U?O�O?O? U?US U�U�O�U�U� U?US O�U�O�O�USU?O� O?U? O�U�U�O�U�O� , O?U? O�U�U�O�U�U? U?US U?O?O�O?U� , O?U? O�U�U�O�USO? U?US O�U�O?O�O�O?O� O?U? O�U�O?U�U?O�O? : O�U�O?U�O�U� O?U�USU?U� U?O�O�U�O� O�U�U�U� U?O?O�U?O�O?U� , U?U�U� USU�O?U� O�U�O?O�U�O? U�U� O�U�O�O? O?U�USU� U�U� O?O�O? O?U� O�O? O�U�O?U�O�U� U?O�O�O? OYA�
Apabila seorang penulis berkata di dalam tulisannya baik surat kabar maupun majalah, atau seorang penulis di dalam kitabnya, begitu juga seorang penyiar dalam suatu radio atau stasiun televisi : ” Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh “. Apakah harus bagi pendengar menjawab salam tersebut dalam kaitannya bahwa menjawab salam adalah wajib ?
U?O?O�O�O? :
” O�O? O�U�O?U�O�U� U?US U�O�U� U�O�O� U�U� U?O�U?O� O�U�U?U?O�USO� ; U�O?U�U� USO?U�U� O?U�U� O�U� O?U?USO� U?USU?U?US O?U� USO�O? O?O?O�U�U� , U?O�U�O?U?O�U� O?U� USO�O? U?U� U�O?U�U� O?U�O?U� U�O?U�U?U� O�U�O?O?U�O� ” O�U�O?U�U� .
“U�O�U�U?O? U?O?O�U?U� O�O?U� O?O�O?” (9/396) .
( Syaikh ) Menjawab :
” Menjawab salam dalam kondisi seperti ini termasuk fardhu kifayah, sebab si pembawa acara memberi salam kepada orang banyak maka cukup sebagian ( kaum muslimin ) menjawabnya. Namun yang lebih utama hendaknya setiap menjawab salam saat dia mendengarnya berdasarkan keumuman dalil “. Selesai. ( Majmu Fatawa Ibni Baz : 9/396 ).

U?O?O�U� O�U�O?USO� O�O�U�O� O�U�U?U?O?O�U� :
O?O�O� O?U�U�UZU� O�U�U�O�USO? U?US O�U�O?U�USU?O?USU?U� O?U? O�U�O?O�O�O?O� O?U? O?U�U�UZU� O�U�U?O�O?O? U?US O�U�U�O�U�O� O? U?U�U� USO�O? O�O? O�U�O?U�O�U� U?O�U�O�O�U�O� U�O�U� OY
Syaikh Shalih Al-Fauzan Hafizhahullahu pernah ditanya :
” Apabila seorang pembawa acara televisi atau radio begitu juga seorang penulis di sebuah majalah memberi salam, apakah wajib menjawab salam dalam kondisi ini ?

U?O?O�O�O? :
” USO�O? O�O? O�U�O?U�O�U� O?O�O� O?U�O?U� O�U�O?U�O?O�U� U�O?O�O?O�O� O? O?U? O?U?O�O?O�O� U?O?O�O? U�U?O�U� O?U�USU� O? O?U? O?U?O�O?O�O� U?O?O�O�U� O�U�O?O?U�O�U� O�U�U�U?O�U�O� O?U�U� O�U�U�O?O?U�O?USU� O� U�O?U�U?U� O�U�O?O?U�O� U?US U?O�U?O? O�O? O�U�O?U�O�U� ” O�U�O?U�U� .
“O�U�U�U�O?U�U� U�U� U?O?O�U?U� O�U�U?U?O?O�U�” (63/8).
( Syaikh ) Menjawab :
” Wajib menjawab salam apabila ada seseorang yang secarang langsung mendengarnya atau melalui sebuah buku yang diarahkan ( salam ) kepadanya, begitu juga melalui media informasi yang ditujukan kepada para pemirsa berdasarkan keumuman dalil mengenai wajibnya menjawab salam “. Selesai. ( Al-Muntaqa Min Fatawa Al-Fauzan )

U?U�O? O?U?U�U? O�U�O?USO� O�O?U� O?O�USU�USU� O�O�U�U� O�U�U�U� U?US O�U�U�U?U� O?U?O�U?O? O�O? O�U�O?U�O�U� O? U�O?O�O�U� U�O?U� O�U�U�O?U�U�U?U� U�O� USO?U�O? O�U�O�O? O? O?USO� O?U�U� U�O�U� : O?U�U� USO�O? O�O�O?USO�O�O� .
Sedangkan Syaikh Ibnu Utsaimin Rahimahullahu memilih sikap diam terhadap pendapat akan wajib ya menjawab salam dengan pertimbangan bahwa yang memberi salam tudak mendengar jawaban salam. Hanya saja beliau ( Syaikh Ibmu Utsaimin Rahimahullahu ) berkata : ” Sesungguhnya yang menjawab masuk dalam kategori kehati-hatian

U?U�O? O?O�U� O�O�U�U� O�U�U�U� :
U�O� O�U?U� U�U? O?U�O? O�U�U�O?U�U� O?U�U�O�O? O�U�U�O�USO? O?U? O�U�O?USO� O�U�O?U�O�U� U�U� USO�O? O?U�USU� O�O? O�U�O?U�O�U� OY
Beliau ( Syaikh Ibnu Utsaimin Rahimahullahu ) pernah ditanya :
Apa hukum seandainya ada seorang muslim yang mendengar salam saat penyiar atau Syaikh memberi salam, apakah wajib menjawabnya ?

U?U�O�U� O�U�O?USO� : U�U� U�U? O�U?O? U�O?O�O?O� OY
O�U�O?O�O�U� : U�O?U� O? U�U? USO?U�O? U�U� O�U�O?O�O�O?O� O�U�O?USO� O?U? O�U�U�O�USO? .
Syaikh menjawab : ” Apakah disiarkan secara langsung ?

Penanya : ” Benar, dia ( pendengar ) mendengar ( suara ) Syaikh dan penyiar.

O�U�O?USO� : O?O�USO�U�O�U� USU?U?U� U�O?O�U�O�U� U?USO�O?U?U�U� O?U�U� O�U�O?O�USO� U?USO?O�O?U?U� O?U�USU� O? O?U� U?O�U� U�O?O�U�O�U� U?U�O� USO�O? O?U� O?O�O? O� U�O?U� U�O�O� O�U?O�USO� O�U?O? O? O?U�O� O?O�O� U?O�U� O?USO� U�O?O�U� U?U�U? U�O?O�O?O� U?U�O�O� U�O? O?U�U?U� O?O�U�U?O�U?O? U?U�O? U�O� O?U�U?U� O? O?U�O� O?O�O� U�U�O? O?O�U�U?O�U?O? U?O�U�O?O�U� O?U� U�O�O� O?U�U� O?U�U� U?U� U�U� USO�U� O?U�USU� O�O�O�O?U� U?USO�O? O?U� USO�O? O?U�USU� O? U?O?U�O� O?O�O� U�U�O? O?O?O?U� O�U�U?O�U?O? U?U�O?U� O�U�U�O?U�U�U?U� U�O� USO?U�O? O�U�O?O�O�O?O� O? U?U�O� USO?U?U�O?U�O� O?USO�O�U� O? O�O?U� O�U�U�O?U�U�U?U� U?US O�U�O?O�O�O?O� U�O� USO?U?U�O? O?U� O�U�U�O�O? USO�O?U?U� O?U�USU� O? U?U�U?U� O�U�O�O�O?USO�O� O?U� U�O�O? O�U�O?U�O�U� U?USU�U?U�: U?O?U�USU? O�U�O?U�O�U� .
Syaikh : ” Terkadang siaran ini berupa rekaman dan pihak yang berkepentingan meletakkannya di sebuah kaset dan menariknya kembali. Apabila itu sebuah rekaman maka tidak wajib engkau menjawab salam, sebab ini hanyalah sebuah penukilan suara. Adapun jika bukan rekaman namun siaran langsung maka ini terkadang aku katakan ini wajib namun di lain waktu kadang bisa aku katakan ini tidak wajib.

Adapun jika aku katakan wajib maka pada asalnya yang memberi salam ini menyampaikannya kepada setiap orang yang mendengar salamnya itu sehingga wajib bagi pendengar menjawab salamnya. Dan jika aku katakan tidak wajib alasannya karena pemberi salam tidak mendengar jawaban salamnya dan dia juga tidak dapat mengira akan ada yang menjawabnya, bahkan sampai si pemberi salam tidak dapat memperkirakan bahwa manusia akan menjawab salamnya. Akan tetapi sebagai bentuk kehati-hatian hendaknya kita menjawab salam, dimana pendengar menjawab : ” Waalaikas Salam “.

O�U�O?O�O�U� : U�O�O� O�U�O?O�U?O� USO� O?USO� OY
Penanya : ” Apakah ini lebih kepada kehati-hatian wahai Syaikh ) “.

O�U�O?USO� : U�O�O� O�U�O?O�U?O� O? U?U�USO? O?U?O�O�O? ” O�U�O?U�U� .
Syaikh : ” Ini lebih kepada kehati-hatian “.

“U�U�O�O? O�U�O?O�O? O�U�U�U?O?U?O�” (229/28) .
” Liqaul Babil Maftuh ” ( 28/229 )

Sumber Fatwa :

https://islamqa.info/ar/128737

A�

Related posts

Leave a Comment