Dialog Antara Putri Kepada Ibunya

U�U�O?O�O? O?USU� O�U�U?O?O�O� U?O�U�O?U�

1- O?U�US O�U�U�O�USU�US O?O?O� O�U�O?O�O�U?O�O? U?O�O�O�O�U� O?U�O? O?U�U?O? O?U� O�U�U�O�O�U�U�O�O� U�O?U�US U�O� O?O�USO? O?U� O?O�U� O�U�O?O�O�U?O� O?U�O? O?USO�U?O� U?O�U�O?O?O�O? O�O�O�O?.

Wahai ibu, berikanlah aku beberapa perhatian khususnya ketika beranjak usia remaja. Sebab aku tidak ingin melihat adanya perhatian dari selainmu ; sebab para lelaki adalah serigala.

2- U�O?U� O?U� O?O?U�U�USU�US O?O�U�O?U�O�USO� U?US O?O�O�O?O?US O?U? O?USU�US O?U? O�O?U� U?US O?U�U?O� O�U�O?USO?O� U?O?O?U?O?US U?O?O�O?O?US.

Sebelum engkau menuduhku telah melalaikan pelajaran, atau agamaku bahkan mungkin urusan-urusan rumah maka yakinkanlah dan periksalah kebenarannya.

3- U?O�U?O? O�U�O�O�O?U�O� O?U?U�U�O� U?O?O?O?U�O� U�O? USO�O�U�U�US U�U� O�U�O?O?O?O�O? U?US O?U�U?O� O�U�O?USO? U�U� O?O�O?USO? U?O�O?O�O? U?O�USU�U�O� O?U?U?U� O?U?O�O� U�O? O?U?U?U� O�O�U�U�O� O?U?U� U�O� USU�O?U�O? U?USO� U�USO?U? O?O?U?O?USU�U�US O?U�U� O�U�U�O?O�U?U�USO� U?O�O?O�USO� O�U�O?O?O�O�.

Keberadaan pelayan yang selalu dan terus-menerus terkadang menghalangiku untuk leluasa menangani pekerjaan rumah baik dalam hal merapihkan perabot-perabot rumah mau pun memasak. Sehingga pada saat aku menjadi seorang istri diriku pun tak pandai untuk melakukan hal yang semestinya dilakukan oleh seorang istri. Aduhai seandainya engkau memahami – wahai ibu – untuk membiasakan diriku terhadap tugas ( rumah ) dan memperhatikan keluarga.

4- O?O�O� O�O?USO?U?U? O?U�O�U�USU� O?U� O�U�O�U�O�O�O� U?O?U�US O?O�O?U� U�O�U�U?O? U�O?U�US O?O�O�U? O?U�USU? O?O�O�O? USU?U� O?O?USU�O? U?U?O�U�U�U�! O?U�US O?O?O?O�O? U�U� O�O�O�U? O?U�U� O?U?O�U�U? U?U�U?O�O?USO? O�U�U�O?O?O?U?U�O? U?U�U?U� O?U�U?O� O�U�O�U�O�O� U?U�U?O�O?USO?U�O� O?U�U�U�USU�U�O� U?O�USO�U�O�.

Saat aku melihat dirimu tertidur hingga luput dari shalat maka sungguh aku merasakan pilu karenanya, sebab aku takut adzab yang menimpamu pada hari yang agung ( kiamat ) kelak. Dan demi Allah ! Sesungguhnya aku merasa terkejut melihat semangatmu yang begitu rajin dan tepat waktu terhadap janji dengan rumah sakit, akan tetapi terhadap perkara shalat dan waktu-waktunya engkau kerap kali melalaikannya.

5- O?O?U�O?U?U?U? O?U�O? O�U�U?O?U? U�O? O�U�U�O?O�O? O?U�O?USU� U?US O�U�O?USO?O� U?O�U�O�O?USO� U?US O�U�O?O�O�USU�O� U?U�O�O� O�O�O�U� USO� O?U�US! U?O?O?O? U�O?O�O� O�U�U�U� O?U�USU?.

Aku mendengarmu saat berkumpul dengan para wanita dalam keadaan mengghibah dan membicarakan orang lain ; tentu saja ini haram wahai ibuku ! Dan menjadi sebab datangnya murka Allah atas dirimu.

6- O?U�O� U�O?O�O?O� O�O?U�U�O� O?O�O?U�O?U? U�U?O�U�O?USO? U?O?O�O�U�U�O� O?O?U�O? U?O�U�O?US USU?O�U�U�US O?U�USU? O?O�O� U?U?U�U�O?U? U�O?U�.

Aku sangat terkesima sekali dengan pelayananmu kepada ayahku, dan aku selalu mendengar ayahku memujimu jika engkau sedang berada bersamanya.

7- U�O� U�O�U�O? U�O?US O?U� O?O?O?U?O� O?O�O?US O�U�O�O?USO�O� U�O?U�USO� U�O?U� U�O�O�O� O�U�O?U?O�O� U�O? USO?O�O�U?O?U�O� U?U�O� O?O�O�U?O?U�US.. U?O�U�O�U�O? U�U�U� O?U�U� U?U� O�O�U�.

Tidak masalah bagiku adik perempuanku menikah terlebih dahulu sebelumku, karena kereta api pernikahan ( kesempatan menikah ) bisa saja melewatinya sebagaimana kereta tersebut telah melewatiku .. Dan segala puji hanya milik Allah atas segala kondisi.

Sumber Link :

http://www.denana.com/supervisor/articles.aspx?article_no=10158

Related posts

Leave a Comment