KEISLAMAN ORANG KAFIR

Oleh : DR. Amin Bin Abdullah As-Syaqowi

Segala puji bagi Allah semoga shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada Rasulullah dan aku bersaksi bahwasanya tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah semata tidak ada sekutu bagi-Nya begitu juga aku bersaksi bahwasanya Muhammad adalah hamba dan utusan-nya. Adapun setelah itu :

Sesungguhnya metode Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dalam berdakwah kepada orang-orang kafir untuk masuk ke dalam Islam adalah dengan mengajak mereka bersaksi bahwasanya tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan bahwasanya Muhammad adalah Rasul ( utusan ) Allah. Apabila mereka menerima hal itu semua maka beliau mengajak mereka untuk menjalankan syariat syariat Islam yang lainnya sesuai urutan yang terpenting dahulu dan sesuai dengan kondisi saat itu.

Di antara hadis yang menjelaskan hal itu adalah yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari hadits Ibnu Abbas semoga Allah meridhoi mereka berdua bahwasanya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam tatkala mengutus Muadz ( Bin Jabal ) ke negara Yaman beliau bersabda kepadanya : a�? Sesungguhnya engkau akan mendatangi suatu kaum yang berasal dari Ahlul kitab ( Yahudi dan Nasrani ) maka ajaklah mereka untuk bersaksi bahwasanya tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan bahwasanya aku adalah Rasulullah. Apabila mereka mentaati hal itu maka ajarkanlah kepada mereka bahwasanya Allah telah mewajibkan atas mereka lima kali shalat dalam sehari, kemudian apabila mereka mentaati itu juga lalu ajarkanlah kepada mereka bahwasanya Allah telah mewajibkan atas mereka shodaqoh yang diambil dari harta orang-orang kaya di antara mereka dan kemudian diberikan kepada orang-orang fakir di antara mereka … a�? ( HR. Bukhari Muslim ).

Dan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda kepada Ali Bin Abi Tahlib Radhiallahu Anhu : a�?Majulah dengan tenang, sampai engkau tiba di tempat mereka. Kemudian ajaklah mereka kepada Islam dan sampaikanlah hak-hak Allah yang wajib mereka tunaikan. Demi Allah, sekiranya Allah member petunjuk kepada seseorang melalui dirimu, sungguh lebih berharga bagimu daripada memiliki onta-onta merah.a�? ( HR. Muslim ).

Berdasarkan uraian di atas maka orang yang masuk Islam dari kalangan orang-orang kafir dituntut darinya mengucapkan dua kalimat syahadat setelah itu dijelaskan kepadanya arti kedua syahadat tadi yaitu tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan bahwasanya Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam adalah penutup para Nabi dan Rasul yang diutus kepada bangsa Arab dan selain Arab kemudian beriman dan mentaatinya terhadap apa yang diperintahkan serta menjauhi apa yang dilarang setelah itu dia diperintahkan untuk mandi sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Tirmizi di dalam kitab sunannya dari hadits Qais Bin Ashim Radhiallahu Anhu dia berkata : a�? Aku mendatangi Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dengan maksud ingin masuk Islam lalu beliau memerintahkan kepadaku untuk mandi dengan air dan dengan daun bidara a�?. ( HR. Tirmidzi. Dan dishahihkan oelah Syaikh Al-Albani di Shahih Sunan At-Tirmidzi ).

Kemudian setelah itu di jelaskan kepadanya bahwasanya taubat menghapus dosa-dosa yang berlalu dan Islam telah menghapus dosa-dosa yang lalu dan bahwasanya nikmat terbesar yang Allah berikan kepadanya adalah memberikan hidayah untuk bisa masuk agama Islam ini serta selamat dari api Neraka. Imam Muslim di dalam shahihnya meriwayatkan dari hadits Abu Hurairah Radhiallahu Anhu bahwasanya Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda : a�? Dan demi jiwaku yang berada di tangan-Nya tidaklah beriman kepadaku salah seorang diantara umat ini Yahudi ataupun Nasrani kemudian meninggal dan belum beriman kepada apa yang aku diutus dengannya kecuali dia menjadi penghuni neraka a�?.

A�

Selanjutnya dijelaskan kepadanya mengenai rukun-rukun Islam dan iman serta arti dari iman kepada hari akhir dan takdir, juga dijelaskan kepadanya tentang batilnya ucapan orang-orang Nasrani terhadap Isa Alaihis Salam bahwasanya dia adalah anak Allah dan dia satu dari yang tiga. Yang benar adalah bahwasanya Isa Alaihis Salam adalah hamba Allah dan rasul-Nya. Beliau adalah manusia seperti dia ( yang baru masuk islam ini ) seperti teman-temannya ( Isa Bin Maryam ) dari kalangan para rasul dan tidak ada satupun pada dirinya kekhususan sifat ketuhanan baik uluhiyah ( layak disembah ) maupun rububiyah ( mencipta dan lain-lain ) dan bahwasanya beliau tidaklah dibunuh dan tidak disalib justru Allah mengangkatnya ke atas langit ketika orang-orang Yahudi ingin membunuhnya. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : a�? Dan mereka ( orang-orang Yahudi ) tidaklah membunuh Isa dan tidak pula menyalibnya akan tetapi ( yang mereka bunuh dan salib ) adalah orang yang diserupakan kepadanya ( Isa Bin Maryam ) a�?. ( An-Nisa : 157 ).

Dan beliau akan turun di akhir zaman menghancurkan salib membunuh babi serta tidaklah mendatangkan syariat baru bahkan beliau berhukum dengan syariat Nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Kemudian beliau tinggal sesuai dengan kehendak Allah lamanya di muka Bumi ini setelah itu beliau pun meninggal dunia sebagaimana Manusia biasa.

Dan apabila yang ingin masuk Islam adalah orang yang menyembah berhala atau orang yang tidak memiliki agama atau orang yang memalingkan ibadah kepada para penghuni kubur atau selainnya maka hendaknya dijelaskan kepadanya bahwasanya Allah adalah Pencipta dan Pemberi rezeki Yang mengatur alam semesta ini, Yang berhak untuk diibadahi. Dan wajib atasnya untuk memurnikan seluruh peribadatan hanya untuk Allah Subhanahu Wa Ta’ala seperti : berdoa, bernazar, menyembelih, meminta pertolongan dan selainnya. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : a�? Sesungguhnya sholatku, sesembelihanku, hidup dan matiku hanya untuk Allah Tuhan semesta alam tidak ada sekutu bagi-Nya dan dengan agama itulah aku diperintahkan serta aku termasuk orang pertama yang menyerahkan diri a�?. ( Al-Ana��am : 162-163 ).

Dan hendaknya berlepas diri dari kesyirikan dan para pelakunya. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : a�? Maka barangsiapa yang kufur kepada Thaghut dan beriman kepada Allah sungguh dia telah terpegang dengan tali yang kokoh a�?. ( Al-Baqarah : 256 ).

Sebagai penutup hendaknya dia diberikan wasiat untuk bertaqwa kepada Allah dan berpijak dengan kokoh di atas agama Islam serta memohon kepada Allah selalu untuk bisa Istiqomah di atas agama-Nya. Allah Ta’ala berfirman : a�? Dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan Islam a�?. ( Ali-Imron : 102 ) dan diberikan nasehat kepadanya untuk mendakwahi A�istrinya, anak-anak, orang tua dan kerabatnya serta bersemangat untuk senantiasa bersahabat dengan orang-orang shalih yang dapat menolongnya untuk mengerjakan kebaikan dan hendaknya dia memperdalam agama Islam. Kemudian ada satu poin penting yaitu dia mungkin terkadang akan melihat beberapa perilaku buruk dari sebagian kaum muslimin seperti : dusta atau akhlak yang buruk atau selainnya maka ini adalah perilaku yang tidak dibenarkan di dalam agama Islam sebab Islam memerintahkan kebaikan dan melarang segala keburukan, dan kesalahan-kesalahan disandarkan kepada pelakunya bukan kepada agama Islam.

Adapun berkaitan dengan khitan maka wajib atas laki-laki dan sunnah serta tanda pemuliaan terhadap para wanita, akan tetapi kalau seandainya khitan ditunda beberapa waktu sampai keislamannya itu mantap di dalam hatinya dan dia pun tenang memeluk agama Islam maka itu lebih baik. Sebab dikhawatirkan apabila tergesa-gesa untuk mengajarkan kepadanya segera mengkhitan diri dia akan lari dari agama Islam .

Lajnah Daimah Lil Buhuts Al-ilmiah Wal Ifta di kerajaan Arab Saudi pernah ditanya :

Penanya berkata :

a�? Apa hukum orang kafir a�� dalam kondisi berada di ranjang Rumah Sakit dan kami mendengar – yang berkata : a�? Laa Ilaaha Illallah Muhammadan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sampai ajal menjemputnya. Apakah kita menghukumi dirinya masuk Islam ataukah tidak ?

Jawaban :

a�? Barangsiapa yang mengucapkan dua kalimat syahadat sebelum ruh sampai ke tenggorokan dan dia tidak mengatakan hal itu saat kondisi sehat serta dia pun terjatuh ke dalam berbagai jenis syirik besar kemudian setelah itu dia mati maka sesungguhnya dia dianggap sebagai seorang muslim dan diperlakukan sebagaimana kaum muslimin yang lain seperti dimandikan, disholati, dikuburkan dan didoakan kebaikan serta ampunan dan rahmat. Hal ini ditunjukkan oleh sabda Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam : a�? Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba selama nyawanya belum sampai tenggorokan a�?. ( HR. Ahmad dan Tirmidzi dan selain mereka berdua ).

Begitu juga kisah beliau Alaihis Shalatu Wassalam bersama pamannya Abu Thalib tatkala beliau mengajaknya untuk bersyahadat a�� saat itu Abu Thalib berada di atas ranjang kematian – akan tetapi dia menolak untuk mengucapkan kalimat syahadat tersebut sebagaimana ini terdapat di dalam hadis shahih. Dan di hadis shahih lainnya pula bahwasanya Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam menjenguk seorang pemuda Yahudi tatkala dia sakit dan menawarkan kepadanya untuk masuk Islam lalu dia pun masuk Islam kemudian Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam keluar seraya bersabda : a�? Segala puji hanya milik Allah yang telah menyelamatkan dirinya dari api Neraka a�?. ( HR. Bukhari ).

Adapun orang yang mengucapkan dua kalimat syahadat tatkala dia dalam keadaan sehat namun menyembah selain Allah seperti meminta kepada orang-orang yang telah mati dan memohon pertolongan kepada mereka, bernazar dan menyembelih untuk mereka maka sesungguhnya ini tidaklah dikatakan seorang muslim dilihat dari sekedar ucapannya terhadap dua kalimat syahadat saat dia meninggal dunia. Kecuali apabila nampak jelas dia bertaubat kepada Allah dari kesyirikannya yang telah berlalu.

Dan semoga Allah memberikan taufiq kepada kita semua serta semoga shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya a�?.

Lajnah Daimah Lil Buhuts Al-ilmiah Wal Ifta :

Ketua A�A�A�A�A�A�A�A� : Abdul Aziz Bin Baz

Anggota A�A�A�A� : Abdul Aziz Alu Syaikh

Anggota A�A�A�A� : Shalih Al-Fauzan

Angota A�A�A�A�A�A� : Bakar Abu Zaid

Dan segala puji hanya milik Allah Tuhan semesta alam, serta semoga shalawat serta salam senantiasa tercurah dari Allah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabat seluruhnya.

Link Artikel : http://www.alukah.net/sharia/1060/106987/

Related posts

Leave a Comment