Berhadas


*O�U�O?O�O�U� O�U�O?O?O�USU�: U?O�USU�O� O�U�O?USO�O? O?U�O� O�U�USO? O?O�O?U� O�U�O�U�U?O�O? O�U�O�O?O� U?US O�U�U�O?O�O?O? U?U?US O�U�O�U?O?O� O�U�O�O�U�O�O� O?O?U?O?O? O?U�US O?U�U� O?USO� U?O�U?O?O? U?U�U� O?O?O?O�O? O�U�O�O�U?O� U�U� O�U�O�U? O�U�O?U?U� U�O?O?O?USU�: O�U�O?U?U� O?U�US O�O�U�O? U�U� O�U�O�O�U?O� O?USU� O�U�U�O�O?.*

O�U�O?USO�: U�U� U�O�O� O?O?O? U�O?O?O?O�OY U�USO? O?O?O?O? U�O?O?O?O�O�U�!

*O?U?U�U�O� O�U�O?O�O�U�O� O�U�O?O?O? O�U�O�O�U�US: O�U�O?U�O�O? O�U�U�O?O�O? U?O�O?U?O?O� O�O�O?O�O�U� O�U�O�U?U?U?O� U?O?U?U�U�O? O?U�USU�O� O�U�O�U�O�O� O?U?U� O?U� O?O?U�U? O�U�U�O�O?U� O?U? O?O�U?O� O?US O�U?O�. U�O� U�U? U�U?U�U?U� U?US U�O�O� O?USO�U�O� O�U�O�O?USO?OY*

*Malu Untuk Keluar Shaf Ketika Berhadats*

Fatwa Syaikh Masyhur Hafizhahullahu

Pertanyaan Ke-20 :

Wahai Syaikh yang mulia, aku pernah shalat wajib berjamaah di salah satu Masjid. Saat rakaat ketiga aku merasa yakin belum berwudhu sedangkan diriku tidak dapat keluar dari shaf pertama karena dua sebab : Yang pertama, karena aku malu keluar dari shaf.

Syaikh berkata : ” Apakah ini ( malu ) sebab yang dimaklumi ? Tidak, ini bukan sebab yang dimaklumi.!

( lanjutan ) pertanyaan : Sebab yang kedua : Penuhnya masjid dan keadaan yang sulit untuk keluar dari shaf. Sehingga aku pun akhirnya menyempurnakan shalat tanpa membaca Al-Quran atau zikir apapun. Apa pendapat anda mengenai kondisi ini wahai Syaikh kami yang tercinta ?

Jawaban :

Ini perbuatan yang haram ( hukumnya ), Syaikh kami Al-Albani Rahimahullahu di dalam kitab ” Shahihut Targhib Wat Tarhib ” menyebutkan bahwasanya ada seorang laki-laki yang shalat tanpa berwudhu kemudian Malaikat memukulnya dengan palu dari besi sampai menghempaskan dirinya ke lapisan bumi yang ketujuh. Maka shalat tanpa wudhu haram hukumnya, dan tidak boleh bagimu dalam timbangan syari’at menyempurnakan shalatmu, dan engkau mengetahui ( perbuatan ) ini akan menjadi sebuah contoh ( yang akan diikuti orang lain ) !

Perkara ini tidaklah dianjurkan. Dan di dalam kitab ” Al-Mustadrak ” karya imam Al-Hakim terdapat keterangan dengan sanad yang dihasankan oleh para huffazh ( para hafizh / ahli hadis ) : Bahwasanya barangsiapa yang batal wudhunya ketika shalat hendaknya meletakkan tangan di hidungnya kemudian keluar ( dari shaf ), maksudnya agar orang lain merasa bahwa dia sedang mimisan ( keluar darah dari hidungnya ).

Dan imam Ibnul Qayyim di dalam kitabnya ” I’lamul Muwaqqi’in ‘An Rabbil ‘Alamin ” tatkala menyebutkan hadis tersebut beliau menjadikannya sebagai hujjah dalam melakukan hilah ( tipu daya ) yang dibolehkan. Maka jika engkau malu letakkan tanganmu di hidungmu tersebut dan keluarlah. Apa tujuan meletakkan tangan di hidungmu ? Tiada lain agar seolah-olah engkau sedang mimisan – dan tidak perlu dirimu berkata apapun – sampai hilang rasa malu itu.

Ada pun jika engkau berhadats ketika shalat atau engkau mengetahui bahwasanya dirimu belum berwudhu, maka haram atasmu dalam pandangan syari’at menyempurnakan shalat padahal engkau tahu akan hal ini.

Para ahli hadis tatkala menulis profil Al-Hajjaj Bin Yusuf Ats-Tsaqafi menyebutkan bahwasanya dia pernah berhadats saat menyampaikan khutbah di atas mimbar, lalu apa yang dia lalukan sekarang ? Al-Hajjaj seorang yang cerdas, kemudian dia berkata : ” Telah sampai kepadaku laporan bahwasanya kalian tidak dapat berwudhu dengan baik ! Wahai anak kecil bawakan kepadaku sebuah bejana berisi air ! “. Kemudian dia ( Al-Hajjaj ) langsung berwudhu di hadapan manusia. Padahal menyampaikan khutbah tanpa berwudhu perkaranya lebih ringan dibandingkan shalat. Karena memungkinkan baginya ( Al-Hajjaj ) menyempurnakan khutbah tanpa berwudhu kemudian setelah selesai bisa langsung berwudhu dan mewakilkan orang lain untuk memimpin shalat. Tidak mengapa hal ini, namun walaupun demikian, dia ( Al-Hajjaj ) tetap saja berwudhu.

Sehingga tidak boleh bagi setiap muslim melaksanakan shalat tanpa berwudhu terlebih dahulu.

Majelis Fatawa Al – Jumuah

22 Dzulqadah 1437 H / 26 Agustus 2016 M

Link Fatwa : /http://meshhoor.com/fatawa/319

Layanan Mutiara Kebaikan Dari Majelis Syaikh Masyhur Bin Hasan Ali Salman. a??a??

Related posts

Leave a Comment