WAS WAS

U?O?O�U?U� O�U�O?USO� / O?O�USO?U�US O?O�USO�U�O�U� U?O?O�U?O? U?US O�U�USU�O� U?O�U?O? O�U�O�U�O� U?O�U�U�O�O� U?O�U�USU?U� O�U�O?O�O�O? U?U�O� U�O�USO�O?U?U� U�U�O� U�U�U?U�O�USO� U�U� U�O�U� O�U�U?O?O�U?O?OY

Was-Was Dan Penanggulangannya.

Fatwa Syaikh Masyhur Hafizhahullahu

Pertanyaan :

Terkadang aku merasa was-was mengenai hakikat keberadaan Surga dan Neraka serta hari Kiamat. Apa nasihat anda kepada kami untuk membentengi diri dari penyakit was-was ?

Jawaban :

Pujilah Allah, Tuhanmu, sebenarnya engkau berada di atas kebaikan. Tidak mengapa dan tidak pula berbahaya terhadap hal yang engkau rasakan di dalam dirimu tersebut, karena tidak ada yang merasakan was-was Syaithan kecuali orang yang memiliki kebeningan dalam hatinya. Terdapat hadis Nabi di Shahih Imam Muslim, kitab Al-Iman bab a�? Al-Waswasatu Fil Iman ( Was-was Dalam Keimanan ). Kemudian Imam Muslim mengeluarkan ( hadis tersebut ) dengan sanadnya sampai kepada Abu Hurairah Radhiallahu Anhu dia berkata : a�? Suatu hari sekelompok orang dari kalangan sahabat datang menemui Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam seraya berkata kepada beliau : a�? Sesunggunya kami merasakan dalam diri kami sesuatu yg terasa berat untuk kami sampaikan.” Beliau bersabda, ‘Apakah kalian telah mendapatkannya?’ Mereka berkata, ‘Ya,’ Beliau bersabda, ‘Itulah tanda iman yang nyata.” Dalam riwayat lain a�? Itulah iman yang murni. a�?

Dan ketika Ali Radhiallahu Anhu ditanya bagaimana ini bisa disebut sebagai iman yang murni ? Dia menjawab ; a�? Tidakkah engkau melihat pencuri ? Sesungguhnya pencuri itu tidak akan melakukan aksi kejahatannya kecuali di rumah yang di dalamnya terdapat harta banyak a�?. Insan manusia mendapatkan di dalam dirinya was-was karena adanya kebeningan dalam hatinya, ada pun orang yang di dalam hatinya telah bersarang Syaithan, tinggal di dalamnya dan melekat di hatinya maka tidak akan mendapatkan pengaruh dari was-was tersebut. Oleh karena itu Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda : a�? Tidak akan tegak hari Kiamat sampai Syaithan datang kepada salah seorang di antara kalian seraya berkata : Siapa yang menciptakan ini ? Orang itu menjawab : Allah. Syaithan kembali berkata : Siapa yang menciptakan ini ? orang itu menjawab : Allah. Syaithan berkata lagi : Siapa yang menciptakan Allah? Lalu Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda : Barangsiapa yang mendapatkan gejala itu di dalam dirinya maka hendaklah ia segera a�? Bertaa��awwudz ( ucapan : Aa��udzubillahi Minassyaithanir Rajim ) kepada Allah a�? dan meludah ke kirinya. Dalam riwayat lain a�? Hendaknya dia membaca surat Al-Ikhlas.

Maka semua ini adalah tanda kebaikan, dan para sahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam terkadang merasakannya juga, akan tetapi ditepis dengan meminta pertolongan kepada Allah dari gangguan Syaithan yang terkutuk.

Link Fatwa : http://meshhoor.com/fatawa/fatwa-65/

Related posts

Leave a Comment