Ilmu Adalah Timbangan

العلم ميزان

Oleh : Syaikh Abdur Razzaq Hafizhahullahu

بالعلم توزنُ الأمور، ويُعرَفُ الحلالُ والحرامُ، وبه تميَّز الأحكامُ، ويُعرف الحقُّ من الباطل، والهدى من الضَّلال؛ ولهذا كان النَّبيُّ صلى الله عليه وسلم يقول كلَّ يوم بعد صلاة الصُّبح: «اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلًا صَالِحًا» ، وفي رواية: «مُتَقَبَّلًا» رواه أحمد وغيره.

” Dengan ilmu semua perkara akan ditimbang, dan diketahui perkara halal dan haram serta dengannya akan beragam corak hukum-hukum.

( Dengannya ) pula antara yang hak dan batil dapat dikenal, begitu juga antara petunjuk dan penyimpangan. Inilah sebabnya Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam berdoa setiap hari seusai shalat subuh : ” *Allahumma Inni Asaula Ilman Nafi’an Wa Rizqan Thayyiban Wa ‘Amalan Shalihan ” dalam riwayat lain akhir doa ditutup dengan : ” *Wa ‘Amalan Mutaqabbalan * “. ( HR. Ahmad dan selainnya ).

فبدأ بالعلم النَّافع؛ لأنَّه به يميِّز الإنسانُ بين الرِّزق الطَّيِّب والخبيث، وبين العمل الصَّالح والطَّالح، أمَّا إذا لم يكن مع الإنسان علمٌ نافعٌ؛ فكيف يميِّز بين حلال وحرام، وطيب وخبيث، وصالح وطالح؟!

Dalam doa tersebut Nabi memulai dengan meminta ( kepada Allah ) ilmu yang bermanfaat, sebab dengan ilmu itu manusia akan bisa membedakan antara rizki yang baik dengan yang buruk, dan antara amal shalih dengan amal thalih ( tercela ). Adapun jika seorang insan tidak memiliki ilmu yang bermanfaat, maka bagaimana dia bisa membedakan antara halal dan haram, serta baik dan buruk begitu pula yang shalih dan yang thalih ( tercela ) ? “.

Sumber Link :

http://al-badr.net/muqolat/3099

Related posts

Leave a Comment