Keadaan Paling Mulia Saat Mentadabburi ( Merenungi Kandungan ) Al-Quran

O?O?O�U? O?O�U?O�U� O?O?O?O� O�U�U�O�O?U�

Oleh : *Syaikh Abdurrazzak Bin Abdul Muhsin Al-Abbad Al-Badr Hafizhahumallahu Ta’ala*

U�O� O?O?O?U� U?O?O?O�U? O?U�O�U?O� O�U�U�O�O?U� U?O?O?O?O�U� U?US U?U� U?UZU�O?O? U�U?U� O?UZO�U? O?U�O�U?O?U� U?O?O?O?O�U� U?US O�U�O�U�UZU�U?O�O? O�U�O�U�O? O�U�U�U?O?U?O?O� O?O?U�U� U?O?O�U?O?O? U?U?US O�U�O�UZO?USO� O�U�U�O?O?US:A�((U�O� O?U�O�O? O?U�US O?O?O?US O?O?USO? O?O�O? O?U�US U�U�O� O�U?O?O�O�O? O?U�USU�))O? U?U�O�U� O�U�O�U�UZU�U?O�O? O�U�O�UZU�O?U? O?O?O?UZU�U? O�U�U?O�O�O�O� O?O?O? O�U�O?U?O�USO? U?O?O�UZU�U�U?U�O�O?

Alangkah besar dan mulianya membaca Al-Quran seraya mentadabburinya di setiap waktu, namun kemuliaan dalam membaca dan mentadabburinya di shalat wajib 5 waktu lebih tinggi dan mulia, sebab di dalam hadis qudsi disebutkan : ( ” Tidaklah hamba-Ku mendekatkan dirinya kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih aku cintai dari apa yang telah Aku wajibkan kepadanya “. ). Sedangkan shalat 5 waktu ini kewajiban terbesar dan yang paling mulia setelah mentauhidkan Allah.

U�O�U� O?USO�U? O�U�O?O?U�O�U� O�O?U�U? O?UZUSU�USU�UZO� O�O�U�U� O�U�U�U� : ((U?U�UZO� U?UZO�O?UZ U�U?U� O�U�U?UZO�U�U? U�U�UZO�O�O� O�U�U�U?O�O?U� USUZO?U�UZO�U?U�U? O�U�U�U?O�U�U�U?US O?O?O?UZU�UZ U�U�U�UZO� USO?UZU�O�U?U�U? O?UZUSO�UZU�))O? U?O?U� O?O�O?UZ O?USO�U�O� U�U?U�: U?U�O� U?O�O? U�U� O�U�U?UZO�U� U�U�U� USO?O?UZO?U�UZO� O�U�U�O�O?U� USO?U�O�U?U� O�U�U�U?O�UZU�U�U?US O?O?O?U� U�U�O� USO?U�O�U?U� O?USO�U�.

Syaikhul islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullahu berkata : ” Nash yang menjelaskan keutamaan bagi pembaca Al-Quran maka bagi orang yang sedang shalat lebih besar lagi dari selainnya “. ).

Dan jika engkau ingin bisa juga engkau katakan : ” Nash yang menjelaskan keutamaan bagi orang yang mentadabburi Al-Quran maka bagi orang yang sedang shalat lebih besar lagi dari selainnya “.
U?O�O�US O?O�U�U�O?U�U� O?U� USO�O�U�O? U�U?O?U� O?U�U� O?O?O?O�A�O�U�U�O�O?U�A�U?US O�U�O�O?U�O� U?U�O� O?USU�O� O?U?O�O� O�U�U?O�O?O�O� O�U�U�U?O?U?O�O�O� U?US U?U� O�U?O?O�O? U?O?U� USO?O?O?O� U�O� USO?U�U?U� O?U? USO?U�O?U�O� U�O� USUZO?U�U?U� U?US O�U�O�U�UZU�O�O� O�U�O?O�USO�O? O?U? USUZO?U�O?U� U?US O�U�O�U�O�O� O�U�O�UZU�O�USO�O? U?O?U� U�U?O�UZO�U�O?O� O�U�U�U�UZU?O? O?U�U� U�O�O� O�U�O?O?O?U�U?O� U�U� O?U�U?O? U�O� USU?U?U�U? U�U�O?O?O?O? U?U�U� O?O?U�O? U�O� USU?U?U� U?US O?UZO�U�USU� O�U�O�U?O?U?O? U?US O�U�O�U�O�O�O? U?O�U?O�U?O� O�U�U�U�O? U?USU�O�O? U�U�U�UZO� USU?O�U�U�U?U� U�U�O?UZO?O? U?U�O�U�UZ O�U�O�U?O�O? U?O?O?USU� O�U�O?O�O� U?US O�U�O�O?U�O? U?U�USO? U�U�U�UZO�O? U�U� O�U�O�O?U� O?U�O� U�UZO� O?UZU�UZU� U�U�U�O�.

Sehingga sungguh layak bagi seorang muslim untuk bersungguh-sungguh menempa jiwanya untuk dapat mentadabburi Al-Quran dalam shalatnya, terlebih surat Al-Fatihah yang kerap diulang dalam setiap rakaat, dan hendaknya seorang muslim mentadabburi apa yang dia baca atau dengar ( dari Al-Quran ). Saat dia membaca ( Al-Quran ) di shalat sirriyyah ( suara pelan ) atau ketika mendengar bacaan imam di shalat jahriyyah ( suara keras ). Sebab bersungguh-sungguh menempa jiwa untuk mentadabburi Al-Quran termasuk perkara yang paling bermanfaat bagi sworang hamba dan wasilah yang paling cepat untuk mewujudkan kekhusyu’an di dalam shalat, serta hadirnya hati saat itu juga termasuk perkara yang dapat menciptakan kesempurnaan pahalaa dan besarnya ganjaran dalam shalat bagi seorang hamba. Sebab seorang hamba tidak mendapatkan pahala dari shalatnya kecuali apa yang saat itu dia pikirkan “.

Sumber Link :

http://al-badr.net

Related posts

Leave a Comment