Catatan Kezhaliman

O?U?O�U?USU� O�U�O?U�U�

Oleh : *Syaikh Abdurrazzak Bin Abdul Muhsin Al-Abbad Al-Badr Hafizhahumallahu Ta’ala*

U�O�U� O�O?U� O�U�U�USU�: “U?O�U�O?U�U� O?U�O? O�U�U�U� O?O? U? O�U� USU?U� O�U�U�USO�U�O� U�U� O?U?O�U?USU� O�U�O�O�O� : O?USU?O�U� U�O� USO?U?O� O�U�U�U� U�U�U� O?USO�O� U?U�U? O�U�O?O�U? O?U� U?O?U� O�U�U�U� U�O� USO?U?O� O?U� USO?O�U? O?U� O? U?O?USU?O�U� U�O� USO?O�U? O�U�U�U� O?O?O�U�U� U�U�U� O?USO�O� U?U�U? O?U�U� O�U�O?O?O�O? O?O?O�U�U� O?O?O�O� U?O?U� O�U�U�U� O?O?O�U�U� USO?O?U?U?USU� U?U�U� O? U?O?USU?O�U� U�O� USO?O?O? O�U�U�U� O?U� O?USO�O� U?U�U? O?U�U� O�U�O?O?O? U�U?O?U� O?USU�U� U?O?USU� O�O?U� O?O? U? O�U�

Ibnul Qayyim ( Rahimahullahu – pent ) berkata : ” Dan kezhaliman di sisi Allah Azza Wa Jalla pada hari kiamat terdapat 3 catatan : *catatan* yang tidak akan sedikitpun oleh Allah yaitu *syirik/menyekutukan-Nya*. Sebab Allah tidak mengampuni dosa syirik. *Catatan* yang tidak ditinggalkan ( dibiarkan ) oleh Allah sedikitpun yaitu *kezhaliman para hamba di antara mereka*, karena Allah Ta’ala akan meminta pertanggungjawaban semuanya. Dan *catatan* yang tidak diperdulikan oleh Allah sedikitpun yaitu *kezhaliman hamba itu sendiri di hadapan Tuhannya Azza Wa Jalla*.

U?O?U� U�O�O� O�U�O?USU?O�U� O?O�U? O�U�O?U?O�U?USU� U?O?O?O�O?U�O� U�O�U?O� U?O?U�U� USU�O�U� O?O�U�O?U?O?O� U?O�U�O�O?O?O?U?O�O� U?O�U�O�O?U�O�O? O�U�U�O�O�USO� U?O�U�U�O�O�O�O? O�U�U�U?U?O�O� U?U�O�U? O�U�U? O?O�U�O�U? O?USU?O�U� O�U�O?O�U? U?O?U�U� U�O� USU�O�U� O?U�O� O?O�U�O?U?O�USO? U?O?USU?O�U� O�U�U�O?O�U�U� U�O� USU�O�U� O?U�O� O?O�U�O�O�U?O� U�U�U�O� O?U�U� O?O�O?O�O?U�O� U?O�O?O?O�U�O�U�U�U� U�U�U�O� O?

Sebab catatan yang satu ini lebih ringan dari kedua catatan sebelumnya dan yang paling cepas terhapus sebab terhapus dengan taubat, istighfar, perbuatan-perbuatan baik, datangnya musibah yang dapat menghilangkan dosa dan lain sebagainya. Berbeda dengan dengan catatan “KESYIRIKAN* maka hal ini tidak dapat terhapus kecuali dengan tauhid, sedangkan catatan kezhaliman tidak bisa dihapus kecuali dengan keluar dari catatan itu menuju pemiliknya ( orang yang dizhalimi ) dan meminta kehalalan mereka dari catatan tersebut ( meminta maaf ),

U?U�U�O� U?O�U� O�U�O?O�U? O?O?O?U� O�U�O?U?O�U?USU� O�U�O�U�O�O�O� O?U�O? O�U�U�U� O?O? U? O�U� O�O�U� O�U�O�U�O� O?U�U� O?U�U�U� U?U�O� USO?O�U� O�U�O�U�O� U�U?O? U�O?O�U?O� U?O?U�U�O� USO?O�U�U�O� O?U�U� O�U�O?U?O�USO? U?O?U� O�U�O?U?O�USO? U�U? U�U?O?O�O� O?O�O?U�O� U?U�U� U�U� USU?U� U�O?U� U�U?O?O�O� U�U� USU?O?O� U�U� O?O�O?U�O� U?U?O�U�U? O?U� O?O?U� O?U�U?O?O�O� U�O� O?O?U�O�U� U�U� U�U� USU�U?U� O�U�U?O?O� O?U�” O�U�U?O�O?U� O�U�O�USO? (O� 40 ).

Dan karena syirik adalah catatan terbesar di sisi Allah Azza Wa Jalla maka surga haram terhadap pelakunya, sehingga tidaklah masuk surga jiwa yang ternodai kesyirikan. Dan yang masuk surga hanyalah para ahli ( pelaku ) tauhid sebab tauhid adalah pintu surga itu. Maka barangsiapa yang tidak memiliki kunci tentulah pintu surga tidak terbuka untuknya demikian pula apabila dia membawa kunci namun tidak memiliki gigi-gigi kunci tersebut niscaya dia tidak bisa membuka pintu itu “. ( Al-Wabil As-Shayyib : 40 ) “.

Sumber Link :

http://al-badr.net/muqolat/4847

Related posts

Leave a Comment