Menduga-Duga

O�U�O?U�UZO?UZU�U�U?US

Oleh : Syaikh Abdurrazzaq Bin Abdul Muhsin Al-Badr Hafizhahumallahu

U�O�U� O?O?O? O�U�U�U� O?U� U�O?O?U?O? O�O�US O�U�U�U� O?U�U�: A�U�UZO� USUZO?UZO�U�U? O�U�U�U�UZO?U�O�U?U?U�U? U�U?U�U�U�U? USUZO?UZO?UZU�U�UZU� O�UZO?U�UZU� USUZO�U?USO�UZ O?UZO?U�O?UZU�UZ U�U?U�UZ O�U�O?U�UZO�O�U?U�U?A� O�U�O?O?O? O�U�U�U?O�O? U�U�O?O�O�O�US (289).

Abdullah Bin Mas’ud Radhiallahu Anhu berkata : ” Korban pencurian akan selalu menduga-duga sampai-sampai dirinya menjadi sosok yang lebih berbahaya dari pencuri itu sendiri “.

O�U�O?U�UZO?UZU�U�U?US O?O?U�O�U� O�U�O?U�O? O?O�U�U�O� O�U�O?U�UZO?UZU�U�U?U�U? O?U?O?O?U�O? O�U�U�U?U� O�U�O?O�USO�O� USO�O?U�O? O?US O?U�U� O?O�O� O?O�U� U�U�U� U�O?O�O? USO?O?O? USU?O?U�U� U?U?O�U� U?US O�U�O?U�U?U� “O?O?O?U�O? O?U�U� U?U�O�U� O? O?U� O?U�U� U?U�O�U� O? U�O?U� U�U�O? O�O?USO? U?U�O�U�O� U?US O�U�U? O�U�U�U?O�U�” O? O�U� USO?O�U� U?US O?U?U�U� U?O?USO?O� U?U?U�USO?O� U?U�U�USU�O� U?O?O�O�U� O?O?USU�O� O? O�O?U� O?U� O�O�U�U� U�O?O�O?O� O?O?O?U�UZ O?O�U�O� U�U� O?O�U� O�U�O?O�O�U� .

( At-Tazhanni ) Sikap menduga-duga adalah sebuah sikap senantiasa menduga, asal katanya adalah ” At-Tazhannun ” kemudian huruf nun yang terakhir diganti dengan huruf ” Ya”. Maksudnya adalah apabila barang berharganya dicuri dia mulai mengolah pikirannya untuk dapat menduga seraya berkata : ” Aku yakin bahwa pelakunya adalah si Fulan, atau mungkin si Fulan, Ya. Aku telah melihat si Fulan di tempat lokasi kejadian “.

Kemudian dia mulai menuduh, mengghibah, mencari-cari kesalahan, mengadu domba dan dosa-dosa besar lainnya, sampai-sampai keadaannya sungguh lebih besar dosanya dari doaa pencuri itu sendiri.

U?U�U?U� U�O�U� O�U�U? U?US O?O�O�O� O�U�O?O�O�O�O? U?O�U�U�O�O�U�U?O�O? . U?O?U�U� O?O?USU� O�U�U�O�O�U� : U�O? USO�O�O? O�U�U�O�O? O?O�U�O?USU� U?USO?O�O�O� O?U�O� U?US O?O?U�U� O?U? U?US O?O?O� U�U�O?U�U?O�O?U� U?USO?O?O? U?US U�O�U� O�U�O?U�U?U� U?O�U�O?U�U� : “O?U�U� U?U�O�U� O? O?U� U�U? U?U�O�U� O? O?U�U�US O?O?O�U? U�U� U?U�O�U�U? U?O�O�” O? U?USO�U?O� U?US O?O?O�O�O� O?O�U?O�U�U� O?U?U�U�U�O� O?O�O�U�O� U?O?O?O�U?U� O?O�O�U?O� U�O� O?U�U?U� O?U�U� O?U�USU� O? USO�U?O� U?US O?O?O�O�O�U�U� O?USO?O�U� U?U�U�USU�O�U� U?O�O?O?O�O�U�O�U� U?O?O�U�U� O?O?USU�O� O� U?O?U?U?U� O�O�U�U� O?O?O?U�UZ O�O�U�U�O� U�U� O�U�O?O�O�U� O�U�O�US O�O?O?U� O?U? O?O�O�O?U� O?O�U�O?USU� .

Dan engkau bisa memberikan sendiri contoh lain pada semua kesalahan dan penyelisihan. Sebagai contoh : Terkadang seseorang ditimpa penyakit ‘Ain ( pengaruh mata ) sehingga memadharatkan dirinya baik jasad maupun pada sebagian harta miliknya, lalu dia mulai terjatuh pada dugaan-dugaan dan tuduhan-tuduhan ini : ” Sesungguhnya si Fulanlah pelakunya, bahkan mungkin si Fulan, sesungguhnya aku mengetahui dari si Fulan demikian “. Dan pada akhirnya dia pun melampaui batas pada wilayah kehormatan saudara-saudaranya dengan tuduhan batil dan info-info palsu yang tidak didukung oleh bukti, melampaui batas pada kehormatan-kehormatan mereka dengan mengghibah, mengadu domba, kezhaliman, gangguan yang besar, sehingga kondisinya lebih parah dari pelaku ‘Ain yang hasad kepadanya atau korban yang ditimpa ‘Ain tersebut “.

Sumber Link :

http://al-badr.net/muqolat/4914Ed

Related posts

Leave a Comment