56 Permasalahan puasa 8

56 ﻣﺴﺄﻟﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﺼﻴﺎﻡ

*56 Permasalahan Puasa*

ﻣﺴﺄﻟﺔ ” ٨ ”

Permasalahan Ke – 8

ﻓﻀﻴﻠﺔ ﺍﻟﺸﻴﺦ ، ﻣﺎ ﺣﻜﻢ ﻣﻦ ﺻﺎﻡ ﻓﻲ ﺑﻠﺪ ﻣﺴﻠﻢ ﺛﻢ ﺍﻧﺘﻘﻞ ﺇﻟﻰ ﺑﻠﺪ ﺁﺧﺮ ﺗﺄﺧﺮ ﺃﻫﻠﻪ ﻋﻦ ﺍﻟﺒﻠﺪ ﺍﻷﻭﻝ ﻭﻟﺰﻡ ﻣﻦ ﻣﺘﺎﺑﻌﺘﻬﻢ ﺻﻴﺎﻡ ﺃﻛﺜﺮ ﻣﻦ ﺛﻼﺛﻴﻦ ﻳﻮﻡ ﺃﻭ ﺍﻟﻌﻜﺲ؟

Pertanyaannya :
Wahai Syaikh yang terhormat, apa hukum orang yang berpuasa di satu negeri muslim kemudian dia pindah ke negeri lain dimana penduduknya melaksanakan puasa tidak sama dengan negeri pertama ( dimana penduduknya sudah terlebih dahulu puasa ). Dan konseskuensi dari hal tersebut akhirnya puasa yang dilakukan bisa lebih dari tiga puluh hari ataupun sebaliknya ?

ﺍﻟﺠﻮﺍﺏ : ﺇﺫﺍ ﺍﻧﺘﻘﻞ ﺍﻹﻧﺴﺎﻥ ﻣﻦ ﺑﻠﺪ ﺇﺳﻼﻣﻲ ﺇﻟﻰ ﺑﻠﺪ ﺇﺳﻼﻣﻲ ﻭﺗﺄﺧﺮ ﺇﻓﻄﺎﺭ ﺍﻟﺒﻠﺪ ﺍﻟﺬﻱ ﺍﻧﺘﻘﻞ ﺇﻟﻴﻪ ، ﻓﺈﻧﻪ ﻳﺒﻘﻰ ﻣﻌﻬﻢ ﺣﺘﻰ ﻳﻔﻄﺮﻭﺍ ، ﻷﻥ ﺍﻟﺼﻮﻡ ﻳﻮﻡ ﻳﺼﻮﻡ ﺍﻟﻨﺎﺱ ، ﻭﺍﻟﻔﻄﺮ ﻳﻮﻡ ﻳﻔﻄﺮ ﺍﻟﻨﺎﺱ ، ﻭﺍﻷﺿﺤﻰ ﻳﻮﻡ ﻳﻀﺤﻲ ﺍﻟﻨﺎﺱ ،

Jawaban :
Apabila seseorang berpindah dari satu negeri islam ke negeri islam lainnya sedangkan di negeri kedua waktu berbuka belum tiba, maka orang tersebut tetap berpuasa bersama mereka sampai berbuka bersama-sama. Sebab puasa adalah dimana manusia berpuasa dan berbuka adalah hari dimana mereka berbuka serta berkurban adalah hari dimana mereka juga berkurban,

ﻓﻬﻮ ﻛﻤﺎ ﻟﻮ ﺳﺎﻓﺮ ﺇﻟﻰ ﺑﻠﺪ ﺗﺄﺧﺮ ﻓﻴﻪ ﻏﺮﻭﺏ ﺍﻟﺸﻤﺲ ، ﻓﺈﻧﻪ ﻗﺪ ﻳﺰﻳﺪ ﻋﻦ ﺍﻟﻴﻮﻡ ﺍﻟﻤﻌﺘﺎﺩ ﺳﺎﻋﺘﻴﻦ ﺃﻭ ﺛﻼﺛﺎً ﺃﻭ ﺃﻛﺜﺮ ، ﻭﻷﻧﻪ ﺇﺫﺍ ﺍﻧﺘﻘﻞ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺒﻠﺪ ﺍﻟﺜﺎﻧﻲ ﻓﺈﻥ ﺍﻟﻬﻼﻝ ﻟﻢ ﻳﺮ ﻓﻴﻪ ، ﻭﻗﺪ ﺃﻣﺮ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ ﺃﻥ ﻻ ﻧﺼﻮﻡ ﺇﻻ ﻟﺮﺅﻳﺘﻪ، ﻭﻛﺬﻟﻚ ﻗﺎﻝ : ” ﺃﻓﻄﺮﻭﺍ ﻟﺮﺅﻳﺘﻪ 175)” ‏) ،

Hal ini seperti seandainya dia safar ke satu negeri yang sedikit terundur waktu terbenamnya matahari, maka terkadang ( untuk mengikuti negeri itu ) waktu puasa yang dia lakukan bisa bertambah dua atau tiga jam bahkan lebih. Hal ini karena apabila dia berpindah ke negeri tersebut hilal belum terlihat, sedangkan Nabi Alaihis Shalatu Wassalam memerintahkan agar kita tidak berpuasa kecuali melihat hilal begitu juga untuk berbuka ( idul fithri ) beliau bersabda : ” Berbukalah karena melihat hilal “.

ﻭﺃﻣﺎ ﺍﻟﻌﻜﺲ ﻣﺜﻞ ﺃﻥ ﻳﻨﺘﻘﻞ ﻣﻦ ﺑﻠﺪ ﺗﺄﺧﺮ ﺛﺒﻮﺕ ﺍﻟﺸﻬﺮ ﻋﻨﺪﻩ، ﺇﻟﻰ ﺑﻠﺪ ﺗﻘﺪﻡ ﻓﻴﻪ ﺛﺒﻮﺕ ﺍﻟﺸﻬﺮ ﻓﺈﻧﻪ ﻳﻔﻄﺮ ﻣﻌﻬﻢ، ﻭﻳﻘﻀﻲ ﻣﺎ ﻓﺎﺗﻪ ﻣﻦ ﺭﻣﻀﺎﻥ ، ﺇﻥ ﻓﺎﺗﻪ ﻳﻮﻡ ﻗﻀﻲ ﻳﻮﻣﺎً ، ﻭﺇﻥ ﻓﺎﺗﻪ ﻳﻮﻣﺎﻥ ﻗﻀﻲ ﻳﻮﻣﻴﻦ .

Adapun sebaliknya misalnya orang itu berpindah dari negeri yang belum nampak bulan ramadhan di situ menuju negeri yang sudah terlebih dahulu masuk bulan ramadhan maka hendaknya dia berbuka bersama mereka, dan mengqadha apa yang belum sempurna dari jumlah puasa ramadhannya. Apabila satu hari yang dia lewati maka satu hari pula dia mengqadanya, dan jika terlewatkan dua hari maka dua hari juga dia mengqadhanya.

ﺍﺑﻦ ﻋﺜﻴﻤﻴﻦ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ

Ibnu Utsaimin

Sumber Link :

http://www.saaid.net/mktarat/ramadan/673.htm/673.htm

Related posts

Leave a Comment