56 Permasalahan Puasa 6

56 ﻣﺴﺄﻟﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﺼﻴﺎﻡ

ﻣﺴﺄﻟﺔ ” ٦ ”
Permasalahan Ke-6

ﻓﻀﻴﻠﺔ ﺍﻟﺸﻴﺦ ، ﻣﺎ ﺣﻜﻢ ﺍﻟﻔﻄﺮ ﻓﻲ ﻧﻬﺎﺭ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﺑﺪﻭﻥ ﻋﺬﺭ؟

Pertanyaan :
Wahai syaikh yang mulia, apa hukum berbuka di siang bulan ramadhan tanpa ada udzur ?

ﺍﻟﺠﻮﺍﺏ : ﺍﻟﻔﻄﺮ ﻓﻲ ﻧﻬﺎﺭ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﺩﻭﻥ ﻋﺬﺭ ﻣﻦ ﺃﻛﺒﺮ ﺍﻟﻜﺒﺎﺋﺮ ، ﻭﻳﻜﻮﻥ ﺑﻪ ﺍﻹﻧﺴﺎﻥ ﻓﺎﺳﻘﺎً ، ﻭﻳﺠﺐ ﻋﻠﻴﻪ ﺃﻥ ﻳﺘﻮﺏ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪ ، ﻭﺃﻥ ﻳﻘﻀﻲ ﺫﻟﻚ ﺍﻟﻴﻮﻡ ﺍﻟﺬﻱ ﺃﻓﻄﺮﻩ ،

Jawaban :
Berbuka disiang Bulan Ramadhan tanpa ada udzur adalah merupakan dosa yang besar, dan dengan melakukannya dia termasuk orang fasiq, dan wajib baginya bertaubat kepada Allah, dan wajib mengganti hari yang dia tidak berpuasa,

ﻳﻌﻨﻲ ﻟﻮ ﺃﻧﻪ ﺻﺎﻡ ﻭﻓﻲ ﺃﺛﻨﺎﺀ ﺍﻟﻴﻮﻡ ﺃﻓﻄﺮ ﺑﺪﻭﻥ ﻋﺬﺭ، ﻓﻌﻠﻴﻪ ﺃﻥ ﻳﻘﻀﻲ ﺫﻟﻚ ﺍﻟﻴﻮﻡ ﺍﻟﺬﻱ ﺃﻓﻄﺮﻩ، ﻷﻧﻪ ﻟﻤﺎ ﺷﺮﻉ ﻓﻴﻪ ﺍﻟﺘﺰﻡ ﺑﻪ ﻭﺩﺧﻞ ﻓﻴﻪ ﻋﻠﻰ ﺃﻧﻪ ﻓﺮﺽ ، ﻓﻴﻠﺰﻣﻪ ﻗﻀﺎﺅﻩ ﻛﺎﻣﻼً ،
Yaitu seandainya dia berpuasa dan di pertengahan hari ( siang hari ) dia berbuka tanpa alasan yang benar, maka wajib dia mengqadha hari itu. Sebab tatkala dirinya telah memulai puasa ( sejak awal ) berarti dia mewajibkan dirinya untuk berpuasa dan masuk ke dalam hukum wajib, sehingga dia harus mengqadha puasa ( yang batal ) secara penuh ( satu hari ),

ﺃﻣﺎ ﻟﻮ ﺗﺮﻙ ﺍﻟﺼﻮﻡ ﻣﻦ ﺍﻷﺻﻞ ﻣﺘﻌﻤﺪﺍً ﺑﻼ ﻋﺬﺭ ﺍﻟﺮﺍﺟﺢ ﺃﻧﻪ ﻻ ﻳﻠﺰﻣﻪ ﺍﻟﻘﻀﺎﺀ، ﻷﻧﻪ ﻟﻦ ﻳﺴﺘﻔﻴﺪ ﻣﻨﻪ ﺷﻴﺌﺎً ، ﻷﻧﻪ ﻟﻦ ﻳﻘﺒﻞ ﻣﻨﻪ ، ﻓﺈﻥ ﺍﻟﻘﺎﻋﺪﺓ : ﺃﻥ ﻛﻞ ﻋﺒﺎﺩﺓ ﻣﺆﻗﺘﺔ ﺑﻮﻗﺖ ﻣﻌﻴﻦ، ﻓﺈﻧﻬﺎ ﺇﺫﺍ ﺃﺧﺮﺕ ﻋﻦ ﺫﻟﻚ ﺍﻟﻴﻮﻡ ﺍﻟﻤﻌﻴﻦ ﺑﻼ ﻋﺬﺭ ﻟﻦ ﺗﻘﺒﻞ ﻣﻦ ﺻﺎﺣﺒﻬﺎ، ﻟﻘﻮﻝ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ” ﻣﻦ ﻋﻤﻞ ﻋﻤﻼً ﻟﻴﺲ ﻋﻠﻴﻪ ﺃﻣﺮﻧﺎ ﻓﻬﻮ ﺭﺩ 152)” ‏) ،

Adapun seandainya dia tidak berpuasa sejak awal lantaran sengaja tanpa alasan yang benar maka dia tidak wajib qadha, sebab tidak bermanfaat qadhanya itu sedikitpun. Karena tidak akan diterima qadhanya. Hal ini sebagaimana bunyi kaidah : ” *Bahwasanya Seluruh Ibadah Yang Dibatasi Waktu Dengan Masa Tertentu, Maka Apabila Diakhirkan Dari Hari Pelaksanaannya Tanpa Udzur Tidak Akan Pernah Diterima Pelakunya ( Amalannya Yang Diakhirkan )* “. Hal ini berdasarkan sabda Nabi : ” Barangsiapa beramal tanpa ada contoh dari kami maka dia tertolak “.

ﻭﻷﻧﻪ ﻣﻦ ﺗﻌﺪﻱ ﺣﺪﻭﺩ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ ، ﻭﺗﻌﺪﻱ ﺣﺪﻭﺩ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻇﻠﻢ ، ﻭﺍﻟﻈﺎﻟﻢ ﻻ ﻳﻘﺒﻞ ﻣﻨﻪ ، ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ : ‏( ﻭَﻣَﻦْ ﻳَﺘَﻌَﺪَّ ﺣُﺪُﻭﺩَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻓَﺄُﻭﻟَﺌِﻚَ ﻫُﻢُ ﺍﻟﻈَّﺎﻟِﻤُﻮﻥَ ‏) ‏( ﺍﻟﺒﻘﺮﺓ : 229 ‏) ، ﻭﻷﻧﻪ ﻟﻮ ﻗﺪﻡ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻌﺒﺎﺩﺓ ﻋﻠﻰ ﻭﻗﺘﻬﺎ ﺃﻱ : ﻓﻌﻠﻬﺎ ﻗﺒﻞ ﺩﺧﻮﻝ ﺍﻟﻮﻗﺖ ﻟﻢ ﺗﻘﺒﻞ ﻣﻨﻪ، ﻓﻜﺬﻟﻚ ﺇﺫﺍ ﻓﻌﻠﻬﺎ ﺑﻌﺪﻩ ﻟﻦ ﺗﻘﺒﻞ ﻣﻨﻪ ﺇﻻ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﻣﻌﺬﻭﺭﺍً .

Juga karena hal itu termasuk tindakan pelanggaran terhadap hukum-hukum Allah Azza Wa Jalla, sedangkan bentuk pelanggaran terhadap hukum-hukum Allah adalah sebuah kezhaliman dan orang yang zhalim amalnya tidak diterima. Allah berfirman : ( ” Dan barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah mereka itulah orang-orang yang zhalim “. ) ( Al-Baqarah : 229 ).

Dan juga karena kalau seandainya dia mendahulukan ibadah ini dari waktunya, maksudnya orang tersebut melaksanakan ibadah tersebut sebelum waktunya maka tidak akan diterima, begitu pula manakala dia lakukan setelah berlalu waktunya tentu tidak akan diterima kecuali dari orang yang memiliki udzur.

ﺍﺑﻦ ﻋﺜﻴﻤﻴﻦ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ

Ibnu Utsaimin

Sumber Link :

http://www.saaid.net/mktarat/ramadan/673.htm/673.htm

Related posts

Leave a Comment