Sungguh Aku Akan Kembali Wahai Ibu …!!!

U�O?U?U? O?O?U?O? USO� O�U�U�

U�O?U?U? O?O?U?O? USO� O�U�U� … O�U�O?U� O�O?O?U? O�U�O?O�U?U�

Sungguh aku akan kembali wahai ibu … Dan kukecup keningmu yang suci.

O?O?O�U? U?U� O�O?U?O�U�U� … U?O?O�O?U? O?O�O� USU�U�O�U?U�

Akan kutumpahkan semua kerinduanku … Dan kuhirup semerbak kemuliaanmu.

O?U�O�O? U?U� O�O�U� U�O?U�USU? … O�O?U�U� O�USU� O�U�U�O�U?U�

Akan kubasahkan kedua kakimu … Dengan pipiku saat bertemu denganmu.

O?O�U?U� O�U�O?O�O? U�U� O?U�O?U� … O?O�U?O�O� U?U� U�O�USO�U?U�

Aku alirkan pula tanah dengan air mataku … Karena bahagia engkau dalam keadaan selamat.

U?U?U� O�O?U�O�O? U�U� U�USU� … U�O?O�U�O? U�U�O? O?O�U?O�U�U�

Berapa banyak sudah malam silih berganti engkau tidak tertidur … Agar aku dapat memejamkan kedua mata menikmati tidur nyenyak.

U?U?U� O?O?U�O?O? U�U� O�U?U? … U�O?O�U?USU�U� O?O?O�U�O�U�U?

Dan berapa kali pula dirimu menahan dahaga … Hanya untuk menyegarkanku karena sayangmu kepadaku.

U?USU?U� U�O�O�O? U�O� O?U�O?U� … O?U�U?O?O� U�U�U?U� U?O�U�U�O�O�

Saat diriku sakit hari itu tidak akan pernah kulupakan … Deraian air mata mengalir bak hujan yang deras.

U?O?USU�O� U�U�U? O?O�U�O�O� … O?O�O�U? O?U�U� U�U� O�O�O�

Dan kedua matamu senantiasa terjaga … Takut terjadi sesuatu menimpa diriku.

U?USU?U� U?O?O�O?U�O� U?O�O�O� … U?U�O� O?U�O?O�U� U�U� U?O�O�U?

Di pagi hari perpisahan kita … Sungguh alangkah menyakitkan kala pagi itu.

USO�O�O� O�U�U�U?U� U?U� U?O�U? … O�U�O�U� U�O�U�USO?U� U�U� O?O�U�U�

Ucapan penuh kebimbangan dalam menggambarkan … Apa yang telah engkau hadapi demi diriku.

U?U�U�O?U� U�U�O�U�O� U�O� O?U�O? … U�O?U?O�O� O?U�O� O�U�O?U�O�U?U? U?

Dan engkau mengatakan satu ucapan yang senantiasa aku … Ingat sepanjang masa.

U�O�O�U� O�U� O?O�U� O�O?O�O� … O?O�U� O?U�USU? U�U� O�O?O�U�

Mustahil engkau temukan pelukan … Yang lebih tulus dariku.

O?O?O�U? USO� U�U�U� O?U�O�U� … O?U�U� O�U�U?U?U� O�U?O�O�U�U�

Untuk berbakti kepadamu wahai tujuan hidupku … Tuhan semesta alam telah mewasiatkanku.

O�O�O�O�U? O?O� O?U?U?USU�U� … U?O�O?U? U?U�O� O?USU�O�U�U�

Ridhamu adalah jalan menuju taufikku … Dan cintamu adalah sinar keimananku.

U?O�O?U� O?O?O�O�U? O�U�U?O�O�O? … O?U� U?O�O?U� U?O?O�O?O�U�U�

Dengan doamu yang tulus itu terurai semua … Nestapa dan segala kesedihanku.

U?O?O�O?U? U�O� USO?O�O�O�U�U� … O?U� O?O�O?U? U�U� O�U�O?O?O�U? U?

Tidak ada yang boleh membagi cinta kasihmu kepadaku … Siapapun orangnya.

U?O?U�O? O�U�U�O?O� U?U� U�U�O?U� … U?O?U�O? O�U�U�U?O� U?U� O?O�O�U�

Sebab engkaulah denyut di jantungku … Dan engkaulah cahaya bagi penglihatanku.

U?O?U�O? O�U�U�O�U� U?U� O?U?O?U� … O?U?O�U�U? USU�O�U�U� U?O?O�U�

Engkau adalah intonasi untuk bibirku … Dengan wajahmu kesuraman menjadi sirna.

O�U�USU?U� O?O?U?O? USO� O?U�U� … O?O?O� O?O�O?O�O� U�U� O?U?O�U�

Kepadamu aku akan kembali wahai ibu … Esok aku akan beristirahat dari perjalanan jauhku

U?USO?O?O? O?U�O?U� O�U�O�O�U�U� … U?USO?U�U? O�U�O?O�U� O?O�U�O?U�O�

Dan memulai kehidupanku yang kedua … Dan ranting yang kini berkilau dengan hiasan bunga-bunga.

” *Ahmad Bukhathir* “

Related posts

Leave a Comment