56 Permasalahan Puasa 2

56 ﻣﺴﺄﻟﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﺼﻴﺎﻡ

ﻣﺴﺄﻟﺔ ” ٢ ”
Permasalahan Ke 2 :

ﺣﻜﻢ ﺭﺅﻳﺔ ﻫﻼﻝ ﺭﻣﻀﺎﻥ :

*Hukum Melihat Hilal Ramadhan*

ﻣﻦ ﻫﺪﻱ ﺍﻟﺼﺤﺎﺑﺔ – ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻢ – ﺃﻧﻬﻢ ﻳﺘﺮﺍﺀﻭﻥ ﺍﻟﻬﻼﻝ ﻟﻴﻠﺔ ﺍﻟﺜﻼﺛﻴﻦ ﻣﻦ ﺷﻌﺒﺎﻥ،

Diantara petunjuk para sahabat Radhiallahu Anhum bahwa mereka melihat hilal di malam ketiga puluh bulan sya’ban,

ﻗﺎﻝ ﺍﺑﻦ ﻋﻤﺮ – ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻤﺎ ” :- ﺗﺮﺍﺀﻯ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺍﻟﻬﻼﻝ – ﺃﻱ : ﺻﺎﺭ ﺑﻌﻀﻬﻢ ﻳﺮﻳﻪ ﺑﻌﻀﺎً – ﻓﺄﺧﺒﺮﺕ ﺍﻟﻨﺒﻲ -ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺁﻟﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﺃﻧﻲ ﺭﺃﻳﺘﻪ ﻓﺼﺎﻡ ﻭﺃﻣﺮ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺑﺎﻟﺼﻴﺎﻡ ”

Ibnu Umar Radhiallahu Anhuma berkata : ” Orang-orang berusaha untuk melihat hilal, maksudnya : – sebagian saling berusaha memberitahu kepada lainnya -.

Kemudian aku beritahukan kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bahwa aku telah melihatnya. Lalu beliaupun berpuasa dan memerintahkan orang-orang agar berpuasa “.

ﻓﺎﻟﺴﻨﺔ ﻟﻠﻨﺎﺱ ﺃﻥ ﻳﺘﺮﺍﺀﻭﺍ ﻫﻼﻝ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﻟﻴﻠﺔ ﺍﻟﺜﻼﺛﻴﻦ ﻣﻦ ﺷﻌﺒﺎﻥ، ﻓﺈﻥ ﺭﺃﻭﻩ ﺻﺎﻣﻮﺍ، ﻭﺇﻥ ﻟﻢ ﻳﺮﻭﻩ ﻟﻐﻴﻢ ﺃﻭ ﻗﺘﺮ؛ ﻓﺈﻧﻬﻢ ﻳﺘﻤﻮﻥ ﺷﻌﺒﺎﻥ ﺛﻼﺛﻴﻦ ﻳﻮﻣﺎً،

Maka sunnahnya adalah kaum muslimin berusaha melihat hilal ramadhan di malam ke-30 bulan sya’ban, jika melihat hilal maka berpuasa, namun jika tidak bisa terlihat karena mendung atau gelap, maka hendaknya menggenapkan bulan sya’ban menjadi 30 hari,

ﻟﻘﻮﻝ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺁﻟﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ‏« ﺇﺫﺍ ﺭﺃﻳﺘﻤﻮﻩ ﻓﺼﻮﻣﻮﺍ، ﻭﺇﺫﺍ ﺭﺃﻳﺘﻤﻮﻩ ﻓﺄﻓﻄﺮﻭﺍ، ﻓﺈﻥ ﻏﻢ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﻓﺄﻛﻤﻠﻮﺍ ﺍﻟﻌﺪﺓ ﺛﻼﺛﻴﻦ ‏» .

Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam : ” Jika kalian melihatnya ( hilal ramadhan ) maka berpuasalah dan jika kalian melihatnya ( akhir Bulan Ramadhan) maka berbukalah ( idul fithri), jika cuaca mendung (sehingga kalian tidak bisa melihat hilal), maka sempurnakanlah bilangan bulan sya’ban menjadi 30 hari “.

ﻭﻣﻦ ﺭﺁﻩ ﻓﺎﻟﻮﺍﺟﺐ ﻋﻠﻴﻪ ﺃﻥ ﻳﺨﺒﺮ ﺃﻗﺮﺏ ﻣﺤﻜﻤﺔ ﺇﻟﻴﻪ، ﻭﻣﻌﻠﻮﻡ ﺃﻥ ﺍﻟﺘﺮﺍﺋﻲ ﻟﻠﻬﻼﻝ ﻳﻜﻮﻥ ﻓﻲ ﻣﻜﺎﻥ ﻣﺮﺗﻔﻊ، ﻭﻳﻜﻮﻥ ﻓﻲ ﻣﻜﺎﻥ ﺑﻌﻴﺪ ﻋﻦ ﺍﻷﺿﻮﺍﺀ؛

Dan barangsiapa yang melihatnya maka wajib atasnya mengkhabarkan pemerintahan setempat, dan telah diketahui bahwa melihat hilal dilakukan di tempat yang tinggi, dan bisa juga di tempat yang jauh dari cahaya,

ﻷﻥ ﺍﻷﺿﻮﺍﺀ ﺗﺤﺠﺐ ﺍﻟﺮﺅﻳﺔ، ﻭﻟﻬﺬﺍ ﻳﺤﺠﺐ ﺿﻮﺀ ﺍﻟﺸﻤﺲ ﺭﺅﻳﺔ ﺍﻟﻬﻼﻝ، ﻛﺬﻟﻚ ﺍﻷﻧﻮﺍﺭ ﺍﻟﺘﻲ ﻓﻲ ﺍﻷﺭﺽ ﺇﺫﺍ ﻛﺜﺮﺕ ﻭﺗﺴﻠﻄﺖ ﻋﻠﻰ ﺍﻷﻓﻖ ﻣﻨﻌﺖ ﺍﻟﺮﺅﻳﺎ، ﻓﻴﺒﻌﺪ ﺍﻹﻧﺴﺎﻥ ﻋﻦ ﺍﻟﺒﻠﺪ ﻭﻋﻦ ﻣﻜﺎﻥ ﺍﻷﺿﻮﺍﺀ، ﻟﻴﻜﻮﻥ ﺫﻟﻚ ﺃﻳﺴﺮ ﻟﺮﺅﻳﺘﻪ، ﻭﺍﻟﻌﺒﺮﺓ ﺑﺮﺅﻳﺘﻪ ﺑﻌﺪ ﻏﺮﻭﺏ ﺍﻟﺸﻤﺲ .

Karena cahaya menghalangi penglihatan, dengan demikian cahaya matahari akan menghalangi melihat hilal, demikian juga sinar di bumi jika terlalu terang dan menyelimuti langit akan menghalangi penglihatan hilal juga. Sehingga hendaknya seseorang menjauh dari negeri dan tempat yang bercahaya, agar memudahkan melihat hilal. Dan yang menjadi barometer melihat hilal adalah ” *SETELAH TERBENAMNYA MATAHARI* “.

ﺍﺑﻦ ﻋﺜﻴﻤﻴﻦ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ

Ibnu Utsaimin Rahimahullahu Ta’ala

Sumber Link :

http://www.saaid.net/mktarat/ramadan/673.htm

Related posts

Leave a Comment