Wajibnya Pembenaran ( At-Tashdiq ) Bersama Dua Syahadat

ﻭﺟﻮﺏ ﺍﻟﺘﺼﺪﻳﻖ ﻣﻊ ﺍﻟﺸﻬﺎﺩﺗﻴﻦ
ﺍﻟﻨﻄﻖ ﺑﺎﻟﺸﻬﺎﺩﺓ ﻻ ﺷﻚ ﺃﻧﻪ ﻻ ﺑﺪ ﻣﻌﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﺘﺼﺪﻳﻖ، ﻓﻤﺎ ﻫﻮ؟
Pertanyaan :
Mengucapkan syahadat harus diiringi dengan pembenaran ( At-Tashdiq ), apakah maksudnya ?

ﺃﻭﻻ ﻻ ﺑﺪ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﻄﻖ ﺑﺎﻟﺸﻬﺎﺩﺗﻴﻦ، ﻓﻠﻮ ﺃﻣﻜﻨﻪ ﺍﻟﻨﻄﻖ ﻭﻟﻜﻨﻪ ﺍﻣﺘﻨﻊ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﻄﻖ ﻟﻢ ﻳﺪﺧﻞ ﻓﻲ ﺍﻹﺳﻼﻡ ﺣﺘﻰ ﻳﻨﻄﻖ ﺑﺎﻟﺸﻬﺎﺩﺗﻴﻦ،
Jawaban :
Pertama :
Harus adanya ucapan 2 kalimat syahadat, maka seandainya mampu untuk mengucapkan namun tidak mengucapkan berarti dia belum masuk ke dalam islam sampai dia mengucapkan dua kalimat syahadat,

ﻭﻫﺬﺍ ﻣﺤﻞ ﺇﺟﻤﺎﻉ ﻣﻦ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﻌﻠﻢ، ﺛﻢ ﻣﻊ ﺍﻟﻨﻄﻖ ﻻ ﺑﺪ ﻣﻦ ﺍﻋﺘﻘﺎﺩ ﻣﻌﻨﻰ ﺍﻟﺸﻬﺎﺩﺗﻴﻦ ﻭﺍﻟﺼﺪﻕ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ، ﻭﺫﻟﻚ ﺑﺄﻥ ﻳﻌﺘﻘﺪ ﺑﺄﻧﻪ ﻻ ﻣﻌﺒﻮﺩ ﺣﻖ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻟﻮ ﻗﺎﻟﻬﺎ ﻛﺎﺫﺑﺎ ﻛﺎﻟﻤﻨﺎﻓﻘﻴﻦ ﻳﻘﻮﻟﻮﻧﻬﺎ ﻭﻫﻢ ﻳﻌﺘﻘﺪﻭﻥ ﺃﻥ ﻣﻊ ﺍﻟﻠﻪ ﺁﻟﻬﺔ ﺃﺧﺮﻯ ﻟﻢ ﺗﻨﻔﻌﻬﻢ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻜﻠﻤﺔ ﻭﻟﻢ ﻳﺪﺧﻠﻮﺍ ﻓﻲ ﺍﻹﺳﻼﻡ ﺑﺎﻃﻨﺎ،
Dan ini sudah menjadi ijma para ulama. Kemudian bersamaan dengan pengucapan harus diiringi keyakinan akan arti dua kalimat syahadat tersebut dan pembenarannya, dalam wujud dia meyakini bahwasanya tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah.

Dan seandainya dia berkata sambil berdusta seperti orang-orang munafik yang mengatakan ( dua kalimat syahadat ) sedangkan mereka meyakininya bahwa ada Tuhan-Tuhan lain bersama Allah tidaklah bermanfaat syahadat ini dan mereka pun belum masuk ke dalam agama islam di dalam batinnya,

ﻛﻤﺎ ﻗﺎﻝ ﺗﻌﺎﻟﻰ : } ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﻤُﻨَﺎﻓِﻘِﻴﻦَ ﻓِﻲ ﺍﻟﺪَّﺭْﻙِ ﺍﻟْﺄَﺳْﻔَﻞِ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ { ‏[ 1 ‏] ، ﻭﻗﺎﻝ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ : } ﻭَﻣِﻦَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﻣَﻦْ ﻳَﻘُﻮﻝُ ﺁﻣَﻨَّﺎ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺑِﺎﻟْﻴَﻮْﻡِ ﺍﻟْﺂﺧِﺮِ ﻭَﻣَﺎ ﻫُﻢْ ﺑِﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ { ‏[ 2 ‏]
Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman : { “ Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka “. } 1.

Dan Allah Azza Wa Jalla pun brfirman : { “ Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian,” pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman “. } 2.

، ﻓﻼ ﺑﺪ ﻣﻦ ﺍﻟﺘﺼﺪﻳﻖ ﺑﺎﻟﻘﻠﺐ ﻭﺍﻟﻴﻘﻴﻦ ﺑﺄﻧﻪ ﻻ ﻣﻌﺒﻮﺩ ﺣﻖ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ، ﻓﺈﻥ ﺍﺳﺘﻜﺒﺮ ﻋﻦ ﺍﻻﻧﻘﻴﺎﺩ ﻟﺸﺮﻉ ﺍﻟﻠﻪ ﻛﻔﺮ ﻭﻟﻢ ﻳﻨﻔﻌﻪ ﺍﻟﻨﻄﻖ ﺑﺎﻟﺸﻬﺎﺩﺗﻴﻦ .
Sehingga harus adanya pembenaran di hati dan keyakinan bahwasanya tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah. Maka apabila dia bersikap sombong tidak mau tunduk kepada syariat Allah dia menjadi kufur dan tidaklah bermanfaat ucapan dua kalimat syahadatnya itu.

ﻗﺎﻝ ﺗﻌﺎﻟﻰ : } ﺫَﻟِﻚَ ﺑِﺄَﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻫُﻮَ ﺍﻟْﺤَﻖُّ ﻭَﺃَﻥَّ ﻣَﺎ ﻳَﺪْﻋُﻮﻥَ ﻣِﻦْ ﺩُﻭﻧِﻪِ ﻫُﻮَ ﺍﻟْﺒَﺎﻃِﻞُ ﻭَﺃَﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻫُﻮَ ﺍﻟْﻌَﻠِﻲُّ ﺍﻟْﻜَﺒِﻴﺮُ { ‏[ 3 ‏] ،
Allah Ta’ala berirman : { “ (Kuasa Allah) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya Allah, Dialah (Tuhan) Yang Haq dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Allah, itulah yang batil, dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar “. } 3.

ﻭﻗﺎﻝ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ : } ﻭَﻗَﺎﻝَ ﺭَﺑُّﻜُﻢُ ﺍﺩْﻋُﻮﻧِﻲ ﺃَﺳْﺘَﺠِﺐْ ﻟَﻜُﻢْ ﺇِﻥَّ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳَﺴْﺘَﻜْﺒِﺮُﻭﻥَ ﻋَﻦْ ﻋِﺒَﺎﺩَﺗِﻲ ﺳَﻴَﺪْﺧُﻠُﻮﻥَ ﺟَﻬَﻨَّﻢَ ﺩَﺍﺧِﺮِﻳﻦَ { ‏[ 4 ‏]
Dan Allah Subhanahu juga berfirman : { “ Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. } 4.

، ﻭﻫﻜﺬﺍ ﻟﻮ ﺍﺳﺘﻜﺒﺮ ﻋﻦ ﺍﻟﺸﻬﺎﺩﺓ ﺑﺄﻥ ﻣﺤﻤﺪﺍً ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻭ ﻗﺎﻟﻬﺎ ﻛﺎﺫﺑﺎ ﻓﺈﻧﻪ ﻳﻜﻮﻥ ﻛﺎﻓﺮﺍً ﺣﺘﻰ ﻳﺆﻣﻦ ﺑﺄﻥ ﻣﺤﻤﺪﺍً ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻳﻨﻘﺎﺩ ﻟﺸﺮﻋﻪ، ﻭﻫﺬﺍ ﺃﻣﺮ ﻣﺠﻤﻊ ﻋﻠﻴﻪ ﺑﻴﻦ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﻌﻠﻢ . ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻤﺴﺘﻌﺎﻥ .
Dan begitulah seterusnya seandainya dia bersikap sombong terhadap syahadat bahwasanya Muhammad adalah Rasul Allah atau dia berkata itu dengan berdusta maka sesungguhnya dia telah kufur sampai dia beriman bahwasanya Mhammad adalah Rasul Allah lalu tunduk terhadap syariat Allah. Dan ini adalah perkara yang disepakati oleh para ulama. Wallahul Musta’an.

‏[ 1 ‏] ﺳﻮﺭﺓ ﺍﻟﻨﺴﺎﺀ ﻣﻦ ﺍﻵﻳﺔ .145
‏[ 2 ‏] ﺳﻮﺭﺓ ﺍﻟﺒﻘﺮﺓ ﺍﻵﻳﺔ .8
‏[ 3 ‏] ﺳﻮﺭﺓ ﺍﻟﺤﺞ ﺍﻵﻳﺔ .62
‏[ 4 ‏] ﺳﻮﺭﺓ ﻏﺎﻓﺮ ﺍﻵﻳﺔ .60

Sumber Fatwa :

www.binbaz.org.sa/fatawa/1801

Related posts

Leave a Comment