” *Hukum Makanan DaMengikuti Perayaan Nasrani

– ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﺟﺒﺮﻳﻦ
Oleh : Syaikh Abdullah Bin Jibrin Rahimahullahu

ﺍﻟﺴﺆﺍﻝ : ﻣﺎ ﺣﻜﻢ ﺃﻛﻞ ﺍﻟﻄﻌﺎﻡ ﺍﻟﺬﻱ ﻳﻌﺪ ﻣﻦ ﺃﺟﻞ ﻋﻴﺪ ﺍﻟﻨﺼﺎﺭﻯ ؟ ﻭﻣﺎ ﺣﻜﻢ ﺇﺟﺎﺑﺔ ﺩﻋﻮﺍﺗﻬﻢ ﻋﻨﺪ ﺍﺣﺘﻔﺎﻟﻬﻢ ﺑﻤﻮﻟﺪ ﺍﻟﻤﺴﻴﺢ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺴﻼﻡ ؟
Pertanyaan :
Apa hukum memakan makanan dari perayaan orang-orang Nasrani ? Dan apa hukum mendatangi undangan mereka dalam merayakan atas lahirnya Isa Alaihissalam ?

ﺍﻟﺠﻮﺍﺏ :
ﻻ ﻳﺠﻮﺯ ﺍﻻﺣﺘﻔﺎﻝ ﺑﺎﻷﻋﻴﺎﺩ ﺍﻟﻤﺒﺘﺪﻋﺔ ﻛﻌﻴﺪ ﺍﻟﻤﻴﻼﺩ ﻟﻠﻨﺼﺎﺭﻯ ، ﻭﻋﻴﺪ ﺍﻟﻨﻴﺮﻭﺯ ﻭﺍﻟﻤﻬﺮﺟﺎﻥ ، ﻭﻛﺬﺍ ﻣﺎ ﺃﺣﺪﺛﻪ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻮﻥ ﻛﺎﻟﻤﻴﻼﺩ ﻓﻲ ﺭﺑﻴﻊ ﺍﻷﻭﻝ ، ﻭﻋﻴﺪ ﺍﻹﺳﺮﺍﺀ ﻓﻲ ﺭﺟﺐ ﻭﻧﺤﻮ ﺫﻟﻚ
Jawaban :
” Tidak boleh ikut merayakan perayaan- perayaan bid’ah, seperti perayaan kelahiran Isa (Natal), Nairuz ( awal tahun bagi agama majusi di Persia ) dan perayaan Mahrajan ( hari perayaan pada pertengahan musim gugur di Persia ) demikian pula mengikuti apa yang diada-adakan oleh kaum muslimin, seperti perayaan kelahiran nabi (maulid Nabi) pada bulan Rabiul awal , juga perayaan Isra Mi’raj di bulan Rajab dan perayaan selainnya.

، ﻭﻻ ﻳﺠﻮﺯ ﺍﻷﻛﻞ ﻣﻦ ﺫﻟﻚ ﺍﻟﻄﻌﺎﻡ ﺍﻟﺬﻱ ﺃﻋﺪﻩ ﺍﻟﻨﺼﺎﺭﻯ ﺃﻭ ﺍﻟﻤﺸﺮﻛﻮﻥ ﻓﻲ ﻣﻮﺳﻢ ﺃﻋﻴﺎﺩﻫﻢ ، ﻭﻻ ﺗﺠﻮﺯ ﺇﺟﺎﺑﺔ ﺩﻋﻮﺗﻬﻢ ﻋﻨﺪ ﺍﻻﺣﺘﻔﺎﻝ ﺑﺘﻠﻚ ﺍﻷﻋﻴﺎﺩ ، ﻭﺫﻟﻚ ﻷﻥ ﺇﺟﺎﺑﺘﻬﻢ ﺗﺸﺠﻴﻊ ﻟﻬﻢ ، ﻭﺇﻗﺮﺍﺭ ﻟﻬﻢ ﻋﻠﻰ ﺗﻠﻚ ﺍﻟﺒﺪﻉ ، ﻭﻳﻜﻮﻥ ﻫﺬﺍ ﺳﺒﺒﺎً ﻓﻲ ﺍﻧﺨﺪﺍﻉ ﺍﻟﺠﻬﻠﺔ ﺑﺬﻟﻚ ، ﻭﺍﻋﺘﻘﺎﺩﻫﻢ ﺃﻧﻪ ﻻ ﺑﺄﺱ ﺑﻪ ، ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺃﻋﻠﻢ .
Dan tidak boleh pula memakan makanan dari perayaan orang-orang Nasrani atau orang-orang musyrik dimusim perayaan mereka, tidak boleh juga mendatangi undangan mereka untuk ikut merayakan perayaan mereka, karena dengan mendatangi dan memenuhi undangan mereka sama dengan mendukung mereka serta ikut menyetujui kebid’ahan mereka. Dan hal ini menjadi sebab tertipunya orang-orang yang tidak paham dengan hal itu, serta menjadi keyakinan mereka bahwasanya hal tersebut tidak mengapa, Wallahu A’lam “.

Sumber Link :

majles.alukah.net/t24732/

Related posts

Leave a Comment