SESEMBELIHAN ORANG YANG BELUM DIKETAHUI AQIDAHNYA

ﺣﻜﻢ ﺫﺑﻴﺤﺔ ﻣﻦ ﻻ ﺗﻌﺮﻑ ﻋﻘﻴﺪﺗﻪ
HUKUM SESEMBELIHAN DARI ORANG YANG TIDAK DIKETAHUI AKIDAHNYA

ﻫﻞ ﺗﺆﻛﻞ ﺫﺑﻴﺤﺔ ﻣﻦ ﻻ ﺗﻌﺮﻑ ﻋﻘﻴﺪﺗﻪ ، ﻭﻣﻦ ﻳﺴﺘﺤﻞ ﺍﻟﻤﻌﺎﺻﻲ ﻭﻫﻮ ﻳﻌﻠﻢ ﺃﻧﻬﺎ ﺣﺮﺍﻡ ، ﻭﻣﻦ ﻳﻌﺮﻑ ﻋﻨﻪ ﺩﻋﺎﺀ ﺍﻟﺠﻦ ﺑﺪﻭﻥ ﻗﺼﺪ؟
Pertanyaan :
Apakah dibolehkan memakan sesembelihan dari orang yang tidak diketahui akidahnya, dan orang yang menghalalkan maksiat sedangkan dia tahu hukumnya haram serta dari ornag yang diketahui bahwa dia berdoa kepada Jin tanpa ada maksud ?

ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﻻ ﻳﻌﺮﻑ ﺑﺎﻟﺸﺮﻙ ﻓﺬﺑﻴﺤﺘﻪ ﺣﻼﻝ ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﻣﺴﻠﻤﺎ ﻳﺸﻬﺪ ﺃﻥ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺃﻥ ﻣﺤﻤﺪﺍ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻻ ﻳﻌﺮﻑ ﻋﻨﻪ ﻣﺎ ﻳﻘﺘﻀﻲ ﻛﻔﺮﺓ ﻓﺈﻥ ﺫﺑﻴﺤﺘﻪ ﺗﻜﻮﻥ ﺣﻼﻻ ،
Jawaban :
Jika tidak diketahui dia berbuat syirik maka sesembelihannya halal apabila dia muslim yang bersyahadat bahwasanya tidak ada Tuhan Yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah, serta tidak diketahui darinya perkara yang menyebabkan kekufuran ( pada dirinya ), maka sesembelihannya halal.

ﺇﻻ ﺇﺫﺍ ﻋﺮﻑ ﻋﻨﻪ ﺃﻧﻪ ﻗﺪ ﺃﺗﻰ ﺑﺸﻲﺀ ﻣﻦ ﺍﻟﺸﺮﻙ ﻛﺪﻋﺎﺀ ﺍﻟﺠﻦ ﺃﻭ ﺩﻋﺎﺀ ﺍﻷﻣﻮﺍﺕ ، ﻭﺍﻻﺳﺘﻐﺎﺛﺔ ﺑﻬﻢ ﻓﻬﺬﺍ ﻧﻮﻉ ﻣﻦ ﺍﻟﺸﺮﻙ ﺍﻷﻛﺒﺮ ، ﻭﻣﺜﻞ ﻫﺬﺍ ﻻ ﺗﺆﻛﻞ ﺫﺑﻴﺤﺘﻪ ، ﻭﻣﻦ ﺃﻣﺜﻠﺔ ﺩﻋﺎﺀ ﺍﻟﺠﻦ ﺃﻥ ﻳﻘﻮﻝ : ﺍﻓﻌﻠﻮﺍ ﻛﺬﺍ ﺃﻭ ﺍﻓﻌﻠﻮﺍ ﻛﺬﺍ ﺃﻭ ﺃﻋﻄﻮﻧﻲ ﻛﺬﺍ ﺃﻭ ﺍﻓﻌﻠﻮﺍ ﺑﻔﻼﻥ ﻛﺬﺍ ، ﻭﻫﻜﺬﺍ ﻣﻦ ﻳﺪﻋﻮ ﺃﺻﺤﺎﺏ ﺍﻟﻘﺒﻮﺭ ﺃﻭ ﻳﺪﻋﻮ ﺍﻟﻤﻼﺋﻜﺔ ﻭﻳﺴﺘﻐﻴﺚ ﺑﻬﻢ ﺃﻭ ﻳﻨﺬﺭ ﻟﻬﻢ ﻓﻬﺬﺍ ﻛﻠﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﺸﺮﻙ ﺍﻷﻛﺒﺮ . ﻧﺴﺄﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺴﻼﻣﺔ ﻭﺍﻟﻌﺎﻓﻴﺔ .
Kecuali jika diketahui darinya, dia telah melakukan perbuatan kesyirikan , seperti berdoa kepada jin, atau kepada orang-orang mati, dan beristighasah (meminta dihilangkan bencana) kepada mereka. Maka ini merupakan perbuatan SYIRIK AKBAR ( BESAR ). Dan yang seperti ini tidak boleh memakan sembelihannya.

Di antara contoh berdoa kepada Jin adalah dengan mengatakan : “ Lakukanlah ( untukku ) begini atau lakukanlah ( untukku ) begitu, berikanlah aku hal itu, atau jadikan si fulan seperti ini dan seterusnya. Barangsiapa yang berdoa kepada para penghuni kubur atau para malaikat dan mereka beristighatsah kepada mereka serta bernazar untuk mereka, maka semua ini merupakan perbuatan SYIRIK AKBAR ( BESAR ). Kita memohon kepada Allah keselamatan dan perlindungan.

ﺃﻣﺎ ﺍﻟﻤﻌﺎﺻﻲ ﻓﻬﻲ ﻻ ﺗﻤﻨﻊ ﻣﻦ ﺃﻛﻞ ﺫﺑﻴﺤﺔ ﻣﻦ ﻳﺘﻌﺎﻃﻰ ﺷﻴﺌﺎ ﻣﻨﻬﺎ ﺇﺫﺍ ﻟﻢ ﻳﺴﺘﺤﻠﻬﺎ ، ﺑﻞ ﻫﻲ ﺣﻼﻝ ﺇﺫﺍ ﺫﺑﺤﻬﺎ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻮﺟﻪ ﺍﻟﺸﺮﻋﻲ ،
Adapun maksiat maka tidak menghalangi untuk memakan sembelihan dari pelakunya selama tidak menghalalkan perbuatsn maksiatnya, bahkan halal jika menyembelihnya sesuai dengan cara-cara yang disyariatkan.

ﺃﻣﺎ ﻣﻦ ﻳﺴﺘﺤﻞ ﺍﻟﻤﻌﺎﺻﻲ ﻓﻬﺬﺍ ﻳﻌﺘﺒﺮ ﻛﺎﻓﺮﺍ ، ﻛﺄﻥ ﻳﺴﺘﺤﻞ ﺍﻟﺰﻧﻰ ﺃﻭ ﺍﻟﺨﻤﺮ ﺃﻭ ﺍﻟﺮﺑﺎ ﺃﻭ ﻋﻘﻮﻕ ﺍﻟﻮﺍﻟﺪﻳﻦ ﺃﻭ ﺷﻬﺎﺩﺓ ﺍﻟﺰﻭﺭ ﻭﻧﺤﻮ ﺫﻟﻚ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﺤﺮﻣﺎﺕ ﺍﻟﻤﺠﻤﻊ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﺑﻴﻦ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ، ﻧﺴﺄﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻌﺎﻓﻴﺔ ﻣﻦ ﻛﻞ ﻣﺎ ﻳﻐﻀﺒﻪ .
Adapun orang yang menghalalkan perbuatan maksiat maka ini jelas orang tersebut dianggap kafir, seperti misalnya dia menghalalkan zina, riba atau durhaka kepada orang tua serta bersaksi palsu dan selainnya dari hal-hal yang keharamannya telah disepakati oleh kaum muslimin.

Kita memohon ampun kepada Allah Subhanahu Wata’ala dari segala yang dapat menimbulkan kemarahan-Nya.

Sumber Fatwa :
www.binbaz.org.sa/fatawa/27

Related posts

Leave a Comment