BERSEDEKAH DENGAN PENJUALAN KULIT QURBAN

Mengumpulkan Kulit Hewan Qurban, Menjual dan Bersedekah dari Hasil Penjualannya

Pertanyaan :

Para panitia di masjid-masjid kami di Aljazair selalu mngumpulkan kulit-kulit hewan qurban dan menjualnya kepada stand-stand pengrajin kulit lalu menyalurkan hasil penjualannya untuk pembangunan masjid. Mereka beralasan bahwa kebanyakan orang sekarang tidak membutuhkan kulit-kulit tersebut, bahkan membuangnya. Apakah boleh perbuatan ini ?
Dan bolehkah seseorang memberikan kulit qurban kepada mereka apabila mereka datang ke rumah sedangkan dia tahu bahwa mereka akan menjual kulit tersebut ?
Jawaban
i??i�Yi?�i��i?? i�Yi��i�?
Pertama : Tidak boleh bagi orang yang berqurban untuk menjual kulit hewan qurbannya. Karena dengan disembelih, hewan tersebut otomatis semua bagiannya menjadi milik Allah. Dan apa yang menjadi milik Allah, maka tidak boleh seseorang mengambil ganti darinya. Oleh karena itu tidak boleh memberikan jagal dari hewan tersebut sebagai upahnya.

Imam Bukhari (no 1717) dan Muslim (no 1317d dengan lafadz Muslim meriwayatkan dari Ali Radiyallahu Anhu bahwa Beliau mengatakan :
i??UZi�?UZi?�UZi��U?i�? i?�UZi??U?i��i�?U? i??i�Yi��U�UZi�?U? i?�UZi��U�UZi�� i??i�Yi��U�UZi�?U? i��UZi��UZi�?U�i�?U? i��UZi??UZi��U�UZi�?UZ i??UZi�?U� i??UZi��U?i��i�?UZ i��UZi��UZi�� i?�U?i??U�i��U?i�?U? i��UZi??UZi�?U� i??UZi?�UZi??UZi??U�UZi��UZ i?�U?i��UZi?�U�i��U?i��UZi?Z i��UZi?YU?i��U?i��i?�U?i��UZi?Z i��UZi??UZi?YU?i��U�UZi??U?i��UZi?Z i��UZi??UZi�?U� i�YUZi?Z i??U?i��U�i��U?i�?UZ i??i�YU�i?�UZi?�U�UZi??i?�UZ i�?U?i�?U�i��UZi?Z . i��UZi?Zi�?UZ : i��UZi?�U�i��U? i��U?i�?U�i��U?i�?i�?U? i�?U?i��U� i��U?i�?U�i??U?i��UZi?Z .
a�?Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam memerintahkanku untuk menyembelih unta Beliau dan agar aku menyedekahkan daging, kulit dan bagian luarnya dan agar aku tidak memberikan upah jagal darinya. Dan Beliau mengatakan : Kita memberikan jagal dari harta kita sendiria�?.

Dalam Zaadul Mustaqni, pengarang mengatakan : a�?Tidak boleh menjual kulitnya dan bagian apapun darinya tetapi hanya boleh memanfaatkannyaa�?

Syaikh Ibnu Utsaimin dalam penjelasannya berkata :
a�?Perkataannya : a�?Tidak boleh menjual kulitnyaa�? setelah disembelih. Karena hewan tersebut secara otomatis semua bagiannya menjadi milik Allah. Dan apa yang menjadi milik Allah, maka tidak boleh mengambil ganti darinya. Dalilnya adalah hadits Umar bin Khattab bahwa Beliau menginfakkan seekor kuda di jalan Allah, yaitu Beliau memberikan seekor kuda kepada seseorang agar digunakan dalam jihad, tapi orang yang diberi tersebut menyia-nyiakannya dan tidak perhatian. Lalu Umar meminta izin kepada Nabi untuk membeli kembali kuda tersebut karena yakin orang itu akan menjualnya dengan harga murah. Maka Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda :

i�� i?�i??i??i?�i�� i��i�Yi�� i??i��i��i?Zi��i�? i?�i??i?�i��i�?

a�?Jangan kamu beli walaupun dia jual hanya dengan satu dirhama�?

Alasan tidak bolehnya adalah karena Beliau (Umar) mengeluarkannya untuk Allah. Dan apa-apa yang dikeluarkan seseorang untuk Allah, maka tidak boleh dia memintanya kembali.

Oleh karena itu tidak boleh bagi orang yang telah hijrah dari negeri kesyirikan untuk kembali dan menetap ke negeri itu, karena dia meninggalkan negeri yang dia cintai itu adalah karena Allah. Tidak boleh dia pulang ke negeri yang dia cintai apabila sebab dia meninggalkannya adalah karena Allah Azza wa Jalla.

Dan juga dikarenakan kulit adalah bagian dari hewan sama halnya dengan daging (maksudnya tidak boleh dijual sebagaimana dagingnya tidak boleh dijual)

a�?Perkataannya : a�?Tidak boleh juga bagian manapun dari hewan qurban tersebuta�? maksudnya tidak boleh menjual bagian manapun dari hewan qurban tersebut, seperti hati, kaki, kepala, jeroan atau yang lainnya.a�?
Dengan ini diketahuilah bahwa yang disyariatkan adalah memanfaatkan kulit tersebut atau menyedekahkannya kepada yang berhak baik fakir atau miskin. Jikalau orang yang berqurban menyedekahkannya kepada orang fakir kemudian orang fakir tadi menjualnya, maka itu tidak mengapa.

Syaikh Muhammad Mukhtar Syinqithi a��Hafidzohullah a�� mengatakan :
a�?Adapun jika ada badan usaha yang membeli kulit di tempat penyembelihan, engkau memberikan kulit kepada si fakir, kemudian si fakir ini menjualnya kepada badan usaha tadi, maka itu tidak apa-apa a�? (Syarah Zadul Mustaqni )
Kedua : Adapun menjual kulit qurban dan bersedekah dengan hasil penjualannya, dalam hal ini para Ulama telah berbeda pendapat. Sebagian membolehkannya, ini adalah pendapatnya Hanafiyah dan satu riwayat dari Imam Ahmad. Adapun jumhur ulama tidak membolehkannya.
Dalam kitab Tabyinul Haqoiq (9/6) pengarang mengatakan : a�?kalau seseorang menjual daging dan kulit qurban untuk disedekahkan, maka itu boleh, karena itu adalah qurbah (ibadah) sama seperti bersedekah dengan daging dan kulitnyaa�?

Ibnu Qoyyim a��Rahimahullah a�� dalam Tuhafatul Maudud Biahkamil Maulud hal : 89, mengatakan : a�? Abu Abdillah bin Hamdan dalam Ria��ayahnya mengatakan : dibolehkan menjual kulit, potongan bagian tubuhnya dan kepalanya lalu bersedekah dengan hasil penjualannya. Ini ditegaskan oleh Beliau (Imam Ahmad) a�?

Alkhollal mengatakan : a�?Abdul Malik bin Abdul Hamid mengabarkanku bahwa Abu Abdillah (Imam Ahmad) mengatakan : Sesungguhnya Ibnu Umar menjual kulit sapi dan bersedekah dengan hasil penjualannya a�?

Ishaq bin Manshur berkata : a�?Aku bertanya kepada Abu Abdillah (Imam Ahmad) kulit-kulit hewan qurban diapakan? Beliau menjawab : Boleh dimanfaatkan dan disedekahkan dari hasil penjualannya. Aku bertanya lagi : maksudnya dijual dan disedekahkan hasil penjualannya? Beliau menjawab : ya. Berdasarkan hadits Ibnu Umara�? (Lihat Al-Inshaf : 4/93)

Imam Syaukani a��Rahimahullah a�� dalam Nailul Author (5/153) mengatakan :
Para ulama telah sepakat bahwa daging hewan qurban tidak boleh dijual. Maka begitu pula seharusnya pada kulitnya (tidak boleh dijual). Namun ini dibolehkan oleh Auzaa��i, Ahmad, Ishaq, dan Abu Tsaur. Ini juga merupakan suatu pendapat (wajh) dari para ulama Syafia��iyah dan mereka mengatakan uang hasil penjualannya disalurkan seperti penyaluran hewan qurban.

Berdasarkan ini, maka tidak mengapa memberikan kulit kepada lembaga-lembaga sosial yang mengurusi penjualan dan penyaluran sedekah dari hasil penjualannya. Ini termasuk program yang sangat bermanfaat, karena kebanyakan orang tidak memanfaatkan kulit hewan qurban. Maka menjual kulit dan menyedekahkan hasil penjualannya bisa merealisasikan mashlahat yang ingin dicapai, yaitu membantu orang-orang fakir. Di samping juga terhindar dari larangan, yaitu orang yang bequrban meminta ganti (bayaran) dari hewan qurbannya.

Perlu juga diperhatikan bahwa hewan qurban diberikan kepada orang- orang kaya sebagai bentuk hadiah. Jika orang yang berqurban memberikan kulitnya kepada lembaga sosial yang mengelolanya dengan niat sebagai hadiah, maka itu tidak mengapa. Lembaga sosial itu lalu menjual dan meyedekahkan hasil dari penjualannya kepada siapa saja yang menjadi program lembaga tersebut.
Wallahu Aa��lam. (https://islamqa.info/ar/110665)

Related posts

Leave a Comment