Kesyirikan di Jari-jemari Kita (2)

AWAS ADA KESYIRIKAN DIJARI JEMARI KITA ( 2 )

Alhamdulillahi was shalatu was salam ‘ala rasuulillaah,

Pada artikel sebelumnya, telah dijelaskan bahwa niat seseorang yang pada mulanya hanya sekedar kesenangan dan hobi saja, namun karena ketidak fahaman terhadap syariat Allah bisa menjadi wasilah menuju lubang kesyirikan, wa iyadzubillaah.

Meraka menjadikan cincin menjadi jimat, jimat atau tamimah pada masa jahiliyah adalah sesuatu yang dikalungkan pada anak kecil atau binatang dengan maksud untuk menoalak ‘Ain.

Namun hakikat jimat tidak terbatas pada bentuk dan kasus tertentu akan tetapi mencakup semua benda dari bahan apapun dan bagaimanapun cara pakainya. Ada yang terbuat dari bahan kain, benang, kerang maupun tulang baik dipakai dengan cara dikalungkan, digantungkan, dan sebagainya. Tempatnya pun bervariasi, baik di mobil, rumah, leher, kaki, dan sebagainya.

Contohnya seperti kalung, batu akik, cincin , sabuk (ikat pinggang), rajah (tulisan arab yang ditulis perhuruf dan kadang ditulis terbalik), selendang, keris, atau benda-benda yang digantungkan pada tempat-tempat tertentu, seperti di atas pintu kendaraan, di pintu depan rumah, diletakkan pada ikat pinggang atau sebagi ikat pinggang, sebagai susuk, atau ditulis di kertas, dibakar lalu diminum, dan lain-lain dengan maksud untuk menolak bahaya.

Mereka memakai cincin atau benang yang diikatkan pada badannya atau semisal keduanya serta meyakini hal itu dapat mencegah datangnya mara bahaya, bahkan kalau itu dilepas ia merasa was-was dan tidak aman.

Sedangkan Yang mendatangkan manfaat dan madhzarat hanya Allah Ta’ala,

“Katakanlah: a�?Maka terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu seru selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan kemudharatan kepadaku, apakah berhala-berhalamu itu dapat menghilangkan kemudharatan itu, atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka dapat menahan Rahmat-Nya? Katakanlah: Cukuplah Allah bagiku. Kepada-Nyalah bertawakal orang-orang yang berserah diria�� “. (Az-Zumar:38)

Jika demikian keadaanya, maka kita dinamakan beribadah kepadanya. Dinamakan ibadah karena ada kergantungan hati kepadanya, meliputi kecintaan (Al-Hubb ), rasa takut (Al-Khouf ) dan berharap (Ar-Rojaa�� ) .

Sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh DR. Sholih al-Fauzan alaihimus salam :

a�?Sesungguhnya ibadah itu tegak di atas tiga rukun; yaitu cinta, takut serta harapan. Kecintaan harus ada bersama penghinaan diri dan ketundukan, sedangkan takut harus ada bersama harapan. Dan dalam sebuah ibadah harus terdapat tiga perkara tersebut (sekaligus).a�? (Kitabut Tauhid hlm 56)

JIKA HANYA HOBI

Syetan tidak akan tinggal diam, manusia dalam kebenaran , mereka akan berusaha menyesatkan dari jalan kebenaran. Diantara cara setan menyesatkan manusia adalah dengan jalan menjadikan manusia tenggelam untuk melakukan perbuatan sia-sia.

Demikian, syetan tidak akan suka melihat seorang hamba dalam kebenaran.

Allah Azza wa Jalla berfirman tentang ucapan Iblis:

U�UZO�U�UZ U?UZO?U?U�UZO� O?UZO?U�U?UZUSU�O?UZU�U?US U�UZO?UZU�U�O?U?O?UZU�U�UZ U�UZU�U?U�U� O�U?O�UZO�O�UZU?UZ O�U�U�U�U?O?U�O?UZU�U?USU�UZ O�U?U�U�UZ U�UZO?O?U?USUZU�U�UZU�U?U� U�U?U�U� O?UZUSU�U�U? O?UZUSU�O?U?USU�U?U�U� U?UZU�U?U�U� O�UZU�U�U?U?U�U?U�U� U?UZO?UZU�U� O?UZUSU�U�UZO�U�U?U�U?U�U� U?UZO?UZU� O?UZU�UZO�O�U?U�U?U�U?U�U� U� U?UZU�UZO� O?UZO�U?O?U? O?UZU?U�O�UZO�UZU�U?U�U� O?UZO�U?U?O�U?USU�UZ

Iblis berkata, a�?Karena Engkau (ya Allah) telah menghukumku untuk tersesat, maka sungguh aku akan menghalanghalangi manusia dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian aku akan mendatangi (menggoda) mereka dari hadapan dan dari belakang mereka, dari kanan dan kiri mereka, dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat)a�?. [al-A`rA?f/7:16-17]

Juga merupakan teman syetan jika melakukan pemborosan,

Allah Taa��ala telah berfirman,

U?UZU�O� O?U?O?UZO�U�U?O�U� O?UZO?U�O�U?USO�U�O� O?U?U�U�UZ O�U�U�U�U?O?UZO�U�U?O�U?USU�UZ U?UZO�U�U?U?O� O?U?O�U�U?UZO�U�UZ O�U�O?U�UZUSUZO�O�U?USU�U?

a�?Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.a�? (QS. Al Isroa��: 26-27)

Maka berhati-hatilah dengan tipu daya syetan, jangan sampai kita terjerumus dalam perangkapnya tanpa kita sadari. Wallahu a’lam

Related posts

Leave a Comment