Wasiat kepada Kawula Muda

وصايا للشباب

Oleh Syaikh Abdurrazak Al-Badr Hafizhahullahu

أيها الشاب الموفق : هذه وصايا أنصحك بها نصيحة محبٍ مشفق ؛ إن أخذت بها كانت موجبةً لنجاتك وسببًا لفلاحك وسعادتك في دنياك وأخراك :

Wahai pemuda yang diberikan taufik  …. !! Inilah beberapa wasiat yang aku nasehatkan engkau dengannya. Sebuah nasehat dari yang mencintai dan mengasihimu. Jika engkau berkenan menerimanya wasiat ini menjadi pengantar menuju kesuksesanmu dan sebab keberhasilan serta kebahagiaanmu di dunia maupun akhirat.

– عليك -أيها الشاب- أن تعمل على صيانة شبابك وحفظه بأن تتجنب الشرور والفساد بأنواعه مستعينا في ذلك بالله متوكلًا عليه وحده جل في علاه ، وكلَّ باب أو مدخلٍ أو طريقٍ يفضي بك إلى شر أو فساد فاجتنبه واحذره غاية الحذر .

1. Hendaknya engkau – wahai pemuda – berusaha membentengi fase mudamu dan menjaganya dengan sebuah upaya menjauhi keburukan dan kerusakan serta segala corak ragamnya senantiasa memohon perlindungan kepada Allah seraya bertawakkal kepada-Nya semata Jalla Fi ‘Alaahu.

Dan berusaha pula menjauhi semua pintu, jalan masuk, atau celah yang membawamu kepada keburukan dan kerusakan tadi. Maka dari itu Jauhilah itu semua dan berhati-hatilah dengan penuh kewaspadaan.

– وعليك -أيها الشاب- أن تكون محافظًا تمام المحافظة غلى فرائض الإسلام وواجبات الدين ولاسيما الصلاة ، فإن الصلاة عصمةٌ لك من الشر وأمَنَةٌ لك من الباطل ، فإن الصلاة معونة على الخير ومزدجر عن كل شر وباطل .

2. Hendaknya pula engkau – wahai pemuda – selalu menjaga dengan penuh perhatian kewajiban-kewajiban dalam islam dan beban syariat agama terlebih mengenai shalat, karena shalat menjadi pelindung dirimu dari keburukan serta penjaga dari kebathilan. Juga karena shalat penolong dirimu untuk menuju kebaikan serta penghalang dari segala janis unsur kejelekan dan kebathilan.

– وعليك -أيها الشاب- أن تكون مؤديا حقوق العباد التي أوجبها الله عليك وأعظمها حق الأبوين فإنه حق عظيم واجب جسيم .

3. Begitu juga hendaknya engkau – wahai pemuda – menunaikan hak-hak para hamba yang Allah wajibkan dirimu, dan hak terbesar adalah hak kedua orang tua karena itu adalah hak yang agung dan kewajiban yang besar ( dari seorang anak kepada kedu orang tua ).

– وعليك -أيها الشاب- أن تكون قريبًا من أهل العلم وأكابر أهل الفضل ؛ تستمع إلى أقوالهم ، وتسترشد بفتاواهم ، وتنتفع بعلومهم ، وتستشيرهم فيما أهمَّك .

4. Serta hendaknya engkau – wahai pemuda – dekat dengan para ulama dan tokoh yang bijak, engkau menyimak ucapan mereka dan meminta fatwa dari mereka serta mendulang faidah dari curahan ilmu mereka. Di samping itu engkau pun dapat bermusyawarah terhadap perkara yang sedang engkau hadapi dengan mereka.

– وعليك -أيها الشاب- أن تكون محققًا ما أوجبه الله عليك من سمعٍ وطاعة لولي أمرك ؛ فإن في ذلك النجاة ، وأما الطرائق القائمة على الافتيات على ولاة الأمر والخروج عن الجماعة ونزع اليد من الطاعة فإنها لا تفضي بأهلها إلا إلى الشرور والهلكة.

5. Hendaknya engkau – wahai pemuda – berusaha menjalankan kewajibanmu terhadap Allah dalam bentuk mendengar dan mentaati pemimpinmu, karena di balik itu ada keselamatan. Adapun upaya menciptakan tuduhan-tuduhan kepada para pemimpin dan memisahkan diri dari kaum muslimin serta melepaskan diri dari ketaatan ( kepada pemimpin ) maka ini semua tidak akan kembali kepada si pelaku kecuali akan tercipta keburukan dan kebinasaan.

– وعليك -أيها الشاب- أن تعمل في أيامك ولياليك على تحصين نفسك بذكر الله جل وعلا ، وأن تكون مواظبًا على الأذكار الموظفة في الصباح والمساء وأدبار الصلوات والدخول والخروج والركوب ونحو ذلك ، فإن ذكر الله عز وجل عصمةٌ من الشيطان وأمَنَةٌ لصاحبه من الضر والبلاء .

6. Serta hendaknya engkau – wahai pemuda – menjaga diri di sepanjang hari dan malam-malammu dengan dengan rutinitas berzikir kepada Allah Jalla Wa ‘Alaa. Begitu juga selalu mengingat zikir-zikir rutin di pagi dan sore hari. Serta selesai shalat 5 waktu, masuk dan keluar rumah, naik kendaraan dan selainnya.

Karena zikir kepada Allah Azza Wa Jalla menjadi pelindung dari syaithan dan penjaga dari bahaya dan musibah.

– وعليك -أيها الشاب- أن يكون لك وردٌ يومي مع كتاب الله ليطمئن قلبك ؛ فإن كتاب الله عز وجل طمأنينة للقلوب وسعادةٌ لها في الدنيا والآخرة {الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ}[الرعد:28].

7. Handaknya engkau – wahai pemuda – memiliki interaksi rutin bersama kitabullah agar menjadi tenang hatimu, karena kitabullah Azza Wa Jalla obat penenang bagi hati dan wadah kebahagiaan baginya di dunia dan akhirat. Allah berfirman – yang artinya – : “ Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenang dengan mengingat Allah, ketauhilah dengan mengingat Allah hati akan menjadi tenang. “ ( Ar-ra’du : 28).

– وعليك -أيها الشاب- أن تكثر من دعاء الله عز وجل أن يثبِّتك على الحق والهدى وأن يعيذك من الشر والردى ، فإن الدعاء مفتاح كل خير في الدنيا والآخرة.

8. Dan hendaknya engkau – wahai pemuda – memperbanyak berdo’a kepada Allah Azza Wa Jalla agar Dia memberikan kekuatan dalam berpijak di atas kebenaran dan petunjuk serta melindungi dirimu dari keburukan dan kehinaan. Karena sesungguhnya do’a adalah kunci semua kebaikan di dunia dan akhirat.

– وعليك -أيها الشاب- أن تكون حريصًا على مرافقة الأخيار ومصاحبة الأبرار ، وأن تجتنب أهل الشر والفساد ؛ فإن في صحبة أهل الشر العطب .

9. Hendaknya engkau – wahai pemuda –  bersemangat mencari sahabat dan berteman dengan orang-orang yang baik dan shaleh, dan menjauhi para pelaku keburukan dan kerusakan. Karena bersama pelaku kerusakan akan tercipta sebuah kehancuran.

– وعليك -أيها الشاب- أن تكون على حذر شديد من هذه الوسائل التي غزي الشباب من خلالها ولا سيما شبكة المعلومات ليسلم لك دينك ولتكون في عافية من أمرك ، والعافية لا يعدلها شيء.

10. Hendaknya engkau – wahai pemuda – selalu penuh dalam kewaspadaan terhadap segala wasilah yang dapat menyerang para pemuda di tengah perjalanannya terlebih semua arus informasi media. Hal itu dimaksudkan agar agamamu selamat dan engkau terjaga dalam perkaramu. Sedangkan Al-‘afiyah ( penjagaan Allah ) tidak ada yang menandinginya.

– وعليك -أيها الشاب- أن تكون على ذكرٍ دائما أنك ستقف يومًا بين يدي الله ويسألك فيه عن هذا الشباب فيما أمضيته وأفنيته {إِنَّا كُنَّا قَبْلُ فِي أَهْلِنَا مُشْفِقِينَ فَمَنَّ اللَّهُ عَلَيْنَا وَوَقَانَا عَذَابَ السَّمُومِ}[الطور:26ـ27] .

وأسأل الله عز وجل أن يحفظك بما يحفظ به عباده الصالحين .

11. Terakhir, hendaknya engkau – wahai pemuda – berupaya agar tetap ingat bahwa engkau akan berdiri suatu saat nanti di hadapan Allah, dan Dia akan bertanya kepadamu di hari itu tentang masa-masa muda yang engkau habiskan dan lewati. Allah berfirman – yang artinya – : “ Mereka berkata: “Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa takut (akan diazab). Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan menjaga kami dari adzab neraka. “ ( A- Thur : 26-27 ).

Dan aku memohon kepada Allah Azza Wa Jalla agar menjagamu sebagaimana Dia menjaga hamba-hamba-Nya yang shaleh.

Maraji’ :

http://al-badr.net/

Related posts

Leave a Comment